Film Satria, Persembahkan Budaya dan Pariwisata Banyumas

0
397
Crew Film Satria usai selamatan pembuatan Film satria

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Terobosan pemerintah daerah memperkenalkan kekauatan budaya, alam, pariwisata hingga kuliner melalui sebuah film layar lebar, kini makin marak. Kesuksesan film Laskar Pelangi, berdampak positif terhadap kemajuan ekanomi, pariwisata Bangka Belitung. Juga film Uang Panas yang menggangkat budaya dan pariwisata mengalami nasib yang sama, ditonton 500 ribu orang lebih.

Kini, Ralia Pictures dan Gula Kelapa Pictures merangkul Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Kwarcab Banyumas berencana memproduksi film nasionalisme bernuansa kekuatan budaya lokal dan pariwisata Banyumas. Film itu berjudul Satria. Film yang dijadwalkan tayang pada Februari 2018.

“Banyumas memiliki kekuatan budaya, pariwisata dan kuliner yang tidak dimiliki daerah lain. Belum lagi banyak tokoh nasional lahir dari Banyumas, seperti Jenderal Gatot Soebroto dan Profesor Soemitro Djojohadikoesoemo,” ujar Syamsul Masdjo Arifin, produser Ralia Pictures saat syukuran acara pembuatan film Satria, di Jakarta, Jumat (29/09/2017).

Esti Naomi selaku produser Ralia Pictures menambahkan, soal kuliner, Banyumas juga tidak kalah mak Nyus dengan daerah lain, seperti tempe Mendoan, Getuk Goreng, Sate Bebek, Cetil, Tiwul. “Siapa yang nggak kenal tempe mendoan, getuk goreng Sokaraja?” Ujar Esti Naomi.

Semangat wong Banyumas dalam menggapai impian untuk menjadi orang sukses dan menjadi orang besar di Republik ini perlu menjadi suri tauladan bagi generasi milenia sekarang ini. “Jend. Soedirman. Jend. Gatot Subroto contoh nyata, dari rakyat jelata dengan pendidikan rendah tapi bisa menjadi jendral dan tokoh nasional.

Tanpa perjuangan dan tekad besar mustahil hal itu bisa dicapai. Semangat inilah yang ingin kami tularkan lewat film Satria,“ jelas Jaka T Alfianda Eksekutif produser Gula Kelapa Pictures.

Sebagai daerah yang juga memilikl destinasl wisata yang bisa menjadi tujuan wisatawan lokal maupun nasianal seperti Baturaden. Pemerintah Kabupaten Banyumas memandang perlu adanya film yang bisa menjadi sarana promosi tentang sosial budaya dan wisata.

“Kami berharap film Satria bisa menjadi sarana promosi sosial budaya dan wisata kabupaten Banyumas. Sehingga nantinya kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara terus meningkat. Seiring penayangan film Satria nantinya.” Ujar H. Ahmad Husein Bupati Banyumas

Bupati sangat mendukung gagasan putra daerah yang berada di perantauan dan bergulat di dunia perfilman yang akan memproduksi film layar lebar berjudul Satria.

Film Satria yang rencananya akan mulai syuting bulan November 2017 ini merupakan inisiatip dari kawula muda yang ingin mengangkat kehidupan masyarakat Banyumas, baik dari sisi ekonomi, sosial maupun budayanya. “Karena gagasan flm ini bagus, maka saya dukung,” sambung Bupati.

Kepada tim produksi Ralia Pictures dan Gula Kelapa Pictures yang sebagian juga putra daerah Banyumas ia berharap dalam membuat karya jangan tanggung-tanggung. “Masyarakat Banyumas dikenal dengan karakter, kesederhaannya, kepahlawanannya dan kecablakaannya. Kalau ketiga hal itu diangkat ke film layar lebar. Pastinya jadi sesuatu yang istimewa ” ujar Ahmad Husein.

Sutradara Jito Banyu menambahkan film berkisah tentang putra daerah asal Banyumas bernama Satria. Kedua orang tua Satria telah meninggal dunia sehingga ia diasuh sang nenek, veteran perang zaman kemerdekaan yang sangat menyayanginya. Di tengah keterbatasan dan kesederhanaan, Satria gigih berjuang hingga berhasil mencapai kesuksesan.

Jito menjelaskan, tokoh Satria memiliki semangat nasionalisme tinggi dan sangat mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Aktor yang didapuk menghidupkan karakter Satria adalah Yama Carlos, beradu akting dengan Rianti Cartwright, Elvira Devinamira, Melayu Nicole, Pangky Suwito, Pong Harjatmo, dan Jajang C Noer.

Sebagian besar pemeran diharuskan bicara dalam dialek Banyumasan yang dikenal dengan bahasa ngapak. Setengah dialog menggunakan bahasa Indonesia sementara sebagian lain menggunakan bahasa daerah agar film dapat diterima meluas oleh penonton global.

“Sasaran film tentunya penonton dari semua umur. Semoga film Satria bisa menjadi tontonan dan tuntunan yang baik untuk masyarakat Indonesia,” kata sineas yang juga menyutradarai film Untuk Angeline dan Psikopat itu. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.