FGD PT Pelni, upaya menjembatani tujuan wisata bahari di Indonesia Timur

0
1450

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: PT Pelni ingin memberikan nilai tambah dan berkontribusi dalam mempopulerkan potensi wisata bahari sepanjang jalur trayek kapal sehingga bisa mengemas paket-paket wisata bahari terutama di Indonesia Timur sekaligus mengatasi masalah aksesibilitas dan akomodasi, kata Sulistyo Wimbo Hardjito, Direktur Utama PT Pelni.

“Jadi bisnis utama kami ya tetap kapal penumpang tapi kami bisa memberikan layanan yang  memiliki nilai tambah dengan ikut mengemas paket-paket wisata ke daerah tujuan wisata di Indonesia Timur seperti Wakatobi, misalnya. Kalau naik kapal Pelni ke Tomia, Wakatobi, penumpang kan bisa tidur dengan nyaman dan beraktivitas di dalam kapal tanpa harus di terjang ombak selama 9 jam untuk mencapainya,” kata Wimbo pada Focus Group Discussion (FGD) potensi wisata bahari di kantornya, hari ini

Di hadapan peserta dari kalangan asosiasi pariwisata, komunitas Backpackers, Forum Travellers Kaskus, Masyarakat Pecinta Kereta Api Indonesia ( MASKA), Forum Wartawan Pariwisata (Forwarpar), Gabungan Pengusaha Wisata Bahari  (Gahawisri) serta Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI), Wimbo mengatakan saat low seasons dalam satu trayek, misalnya, bisa dimanfaatkan untuk mendorong kegiatan wisata bahari dan minat khusus seperti melakukan seminar atau kongres di kapal.

“Kapal kami yang sandar di Sorong, misalnya, bisa dimanfaatkan untuk berwisata ke Raja Empat. Banyak masyarakat Indonesia yang ingin ke Raja Ampat tapi terhambat aksesibilitas dan akomodasi sehingga sewaktu di gelar Sail Raja Ampat Agustus lalu, kapal Pelni berfungsi sebagai ‘hotel” apung,” ujar Wimbo yang menduduki posisi barunya sejak Mei lalu..

Pengalaman menjadi hotel terapung pada event-event pemerintah seperti Sail Raja Ampat, Sail Komodo, Sail Morotai, Sail Wakatobi, Sail Belitung, Sail banda, Sail Bunaken membuat pihaknya melihat adanya peluang untuk mengatasi masalah aksesibilitas maupun akomodasi di daerah tujuan wisata minat khusus dengan harga yang lebih terjangkau.

“Insyallah tahun depan, kita sudah dapat mengemas paket-paket wisata yang dapat dipasarkan pada masyarakat. Saat ini ada satu kapal yaitu Kapal Kelud yang sudah kami siapkan untuk berlayar Jakarta- Batam yang kami luncurkan 26 November mendatang. Sambil berlayar perusahaan yang ingin menyelenggarakan kegiatan meeting-meeting dapat melakukan aktivitasnya di laut,” kata Wimbo.

Saat ini pihaknya telah melengkapi fasilitas kapal penumpang, dengan menyediakan cafeteria, kids playground, mini gym, playstation Center, karaoke room dan restaurant. Para anak buah kapal juga sudah mendapatkan pelatihan tambahan yang berkaitan dengan hospitality.

Kegiatan FGD yang digelar PT Pelni, ujarnya, berkaitan dengan rencana menawarkan paket-paket wisata bahari pada masyarakat luas sehingga pihaknya bisa mendapatkan masukan langsung dari para pelaku industri wisata dan pers.

Helen Delima, Ketua Bidang Hukum Gahawisri mengatakan untuk melakukan diversifikasi usaha, PT Pelni harus memiliki kepastian jadwal kapal, menambah titik singgah, memiliki sejumlah kegiatan yang kreatif dan atraktif untuk mengisi waktu di perjalanan yang memakan waktu panjang dan menyediakan akomodasi dan lingkungan yang bersih dan terawat terutama kamar-kamar yang ada.

Sementara itu, Tjuk Sukardiman, Rektor Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti (STMT)  mewakili kalangan akademisi mengatakan untuk mensosialisasikan kegiatan rapat atau seminar di kapal memang bisa dimulai dengan kalangan mahasiswa.

“Kami akan membawa sedikitnya 500 mahasiswa STMT Trisakti dari Jakarta ke Surabaya dengan kapal Pelni  dan diisi dengan kegiatan dialog mengenai seni budaya dan wawasan maritime karena sejak kecil anak-anak Indonesia tidak diperkenalkan dengan budaya laut,” kata Tjuk yang juga mantan Dirjen Perhubungan Laut, Kemenhub. (hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.