Festival Seni Pertunjukan Digelar Sepanjang Oktober 2018

0
98
Seni pertunjukan modern (Foto: brilio.net)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan menggelar Festival Seni Pertunjukan 2018 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta yang akan berlangsung selama bulan Oktober 2018.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberi ruang pada keragaman (kebhinekaan) melalui penyelenggaraan festival, konser atau pekan seni yang bersifat selebrasi dari kesenian yang sudah dibina oleh pemerintah daerah.

“Harapannya atas strategi kebudayaan pada bidang kesenian ini, minimal memberikan ruang kreativitas seni untuk terus tumbuh dan berkembang,” kata Direktur Kesenian, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud, Restu Gunawan seperti dalam keterangan resmi Kemendikbud, Jumat (5/10/2018).

Dilanjutkan, kegiatan seni budaya ini, merupakan bagian dari program penguatan pendidikan karakter berbasis seni musik, tari, dan teater. Kegiatan budaya Kemendikbud ini terdiri atas beberapa rangkaian kegiatan, mulai dari penelitian, kurasi karya, lokakarya, hingga pelaksanaan Festival Seni Pertunjukan seperti musik, tari, dan teater.

Minggu pertama Oktober 2018, digelar seni tari anak Indonesia di Istana Anak-anak Indonesia TMII, diikuti 27 komunitas dari berbagai provinsi. Minggu kedua, digelar Pekan Teater Nasional, berlangsung pada 6-15 Oktober 2018, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), diikuti oleh 16 komunitas teater dengan berbasis penelitan.

Pada 25-27 Oktober, digelar Konser Karawitan Anak Indonesia di Graha Bhakti Budaya TIM, diikuti 31 komunitas karawitan atau musik tradisional. “Festival Seni ini dengan ide, kreativitas, aktivitas seni terus berkembang. Seluruh ekosistem kesenian terutama para pelaku, peneliti, kurator, akademisi, pembina kesenian, pemerintah daerah secara aktif dan efektif mendorong perkembangan strategi seni-budaya yang berkesinambungan,” ungkapnya

Acara ini juga menerapkan sistem open call, di mana sistem tersebut adalah sebuah sistem kurasi yang meminimalkan subyektivitas kedekatan pertemanan atau nepotisme.

Tak lupa, Restu juga menyampaikan bahwa ekspresi seni, baik sebagai manifestasi personal maupun realisasi nilai kolektif adalah bentuk-bentuk pemberdayaan masyarakat kesenian untuk menunjukkan bahwa kreasi seni secara dinamis selalu melakukan penyesuaian dan transformasi pengalaman individu di tengah perubahan sosial.

“Ekspresi seni itu harus diinkulturasikan sejak dini, sejak masa anak-anak. Maka untuk itulah dua dari tiga Festival Seni Pertunjukan ini yaitu Gelar Tari Anak Indonesia dan Konser Karawitan Anak Indonesia, dikhususkan sebagai usaha membangun jatidiri dan karakter bangsa sejak masa anak anak,” tandasnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.