Festival Rujak Uleg 2018 Dibatalkan

0
54
Sejumlah peserta dengan kostum unik menyelesaikan pembuatan rujak dalam Festival Rujak Uleg 2014 di kawasan Kembang Jepun, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (18/5). Perhelatan kuliner yang diikuti ribuan peserta se Surabaya tersebut, dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya ke-721. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ss/pd/14

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Sekitar 1.500 orang dari 275 grup peserta Festival Rujak Uleg Surabaya 2018, gigit jari. Pasalnya, Walikota Surabaya Tri Rismaharini membatalkan kegiatan tahunan digelar di Kya Kya Jalan Kembang Jepung Surabaya, Ahad (13/5/2018) pagi. Pembatalan menyusul terjadi peristiwa pengeboman di tiga gereja di Kota Pahlawan.

Peserta Festival kuliner khas Surabaya ini, terdiri dari kelurahan/kecamatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya, peserta umum, dari kalangan hotel, serta tamu kehormatan dari dalam dan luar negeri, sudah siap menggelar festival. Bahkan diprediksi bakal lebih semarak dibanding tahun sebelumnya.

Apalagi festival yang menjadi calender of event pariwisata Surabaya ini, bakal memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) cobek terbesar se-Indonesia. Di atas cobek raksasa itu, rencananya Walikota Risma bakal menguleg rujak bersama para pejabat serta perwakilan Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya.

“Ini instruksi langsung dari Walikota agar acara itu dibatalkan, menyusul aksi peledakan bom di tiga lokasi. Memang sedianya Bu Risma akan membuka langsung festival Rujak Uleg ini,” tegas Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser dalam keterangan resminya.

Fikser menjelaskan, instruksi itu dikeluarkan saat Walikota Surabaya dalam perjalanan pulang usai menghadiri acara kedinasan di Arab Saudi. “Saat ini bu Risma sudah di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan langsung terbang ke Surabaya. Mendapat kabar ada ledakan itu, Bus Risma langsung menginstruksikan agar acara festival dibatalkan,” ungkapnya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya langsung menyampaikan kepada semua peserta Festival Rujak Uleg 2018 baik di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan hingga warga untuk tidak menggelar festival.

Lainin Nadziroh, salah satu panitia Festival Rujak Uleg tak bisa berkutik mendengar instruksi Walikota Surabaya dengan kondisi Surabaya yang diguncang bom di tiga lokasi yang menelan korban jiwa serta menyebabkan warga cedera. “Bagaimana lagi, jika otoritas keamanan melarang kegiatan dilanjutkan, kami hanya pasrah meski sudah tiga bulan persiapan,” kata Lainin.

Diakuinya, persiapan festival Rujak Uleg sudah matang, panggung acara sudah berdiri. Juga umbul-umbul dan spanduk menghiasi sepanjang Jalan Kembang Jepun juga sudah dipasang. Cobek raksasa telah didatangkan dengan diangkut truk. Bahkan peserta sudah mempersiapkan untuk membuka dagangannya dengan sajian terbaik.

“Kami pahami kondisinya seperti ini, Panitia hingga peserta bahkan pengunjung juga kecewa karena mereka selalu menanti-natikan event ini, namun kondisinya seperti ini kami, ya hanya bisa pasrah. Kami belum ada kabar resmi kapan akan digelar festival ini,” sambungnya.

Sebanyak tiga bom meledak di tiga gereja, yaitru Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel, Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno, Surabaya. Tiga bom meledak itu terjadi susul menyusul.
|
Polda Jawa Timur menyatakan sudah ada 9 orang tewas akibat serangan bom tersebut. “Update sementara ada sembilan meninggal dunia dan 38 orang luka,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Komisaris Frans Barung Mangera.

Barung menjelaskan, dari sembilan orang itu, ditemukan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, di GKI Jalan Diponegoro, dan di GPPS Jalan Arjuno. “Dengan sangat menyesal saat ini korban bertambah menjadi sembilan orang dan 40 orang luka dirawat di rumah sakit,” ujar Barung.

Barung mengemukakan, anggota kepolisian yang menjadi korban ledakan bom dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya. “Mohon doanya. Kami lawan gerakan teroris ini. Kami tidak takut terhadap mereka,” kata Barung. (NDY)

LEAVE A REPLY