Festival Danau Sentani Kembali Digelar

0
465
Foto bersama Menpar Arief Yahya selesai jumpa pers FDS 2015 di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jakarta (8/6/15)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Untuk kedelapan kalinya Festival Danau Sentani (FDS) kembali digelar.

Kegiatan yang berlangsung di Kawasan Wisata Khalkote, Distrik Sentani Timur, Tepian Danau Sentani, Kabupaten Jayapura ini akan berlangaung pada 19-13 Juni 2015.

Danau Sentani dan sekitarnya dahulu merupakan tempat pelatihan untuk pendaratan pesawat amfibi.

Masyarakat sekitar yang hidupnya sebagian besar nelayan terbiasa hidup dengan rumah panggung dengan kolam dan jaring. Setidaknya ada 33 jenis ikan hidup di danau.

Tahun ini FDS 2015 mengambil tema “My Culture My Prosperous” yang artinya “Budayaku Sejahteraku”, maksudnya wilayah kaya akan budaya dan hendaklah dipelihara dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan yang mendapat dukungan Kementerian Pariwisata sejak 2008 ini dimaksudkan untuk mempromosikan potensi seni dan budaya, serta ajang promosi obyek wisata, pelestarian seni budaya, dan ekosistem Kabupaten Jayapura.

Turis datang ke Indonesia dikarenakan Indonesia memiliki 60%, keanekaragaman budaya (culture), 35% karena keindahan alammya, dan 5% fasilitas pariwisata yang dikembangkan (man made).

“Penyelenggaraan FDS menjadi sarana penting dalam melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai seni budaya dan kreatifitas masyarakat yang ada di sekitar Danau Sentani sekaligus menjadi daya tarik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus) ke Jayapura maupun Indonesia pada umumnya,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam jumpa per FDS 2015 di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jakarta Pusat, Senin (8/6/15)

Arief mengatakan, “Kementerian Pariwisata akan membantu mempromosikan FDS dalam branding Wonderful Indonesia maupun Pesona Indonesia”.

Dikatakan Arief, Sabtu (20/6/15) merupakan peresmian FDS 2015, dan akan berlanjut pada 2020 Jayapura akan menjadi tuan rumah PON, setelah infrastruktur membaik pada 2022 akan diselenggarakan Visit Papua.

Sementara Bupati Jayapura, Matius Awoitauw, menjelaskan, “Kegiatan ini akan dibuka dengan ‘Gema Tifa Kolosal’ yang menjadi ikon acara. Tifa selalu berada di rumah adat, pada setiap kampung yang mendiami tepian Danau Sentani”.

Sejumlah kegiatan unik lainnya yang digelar antara lain, acara Menari di Atas Perahu yang pesertanya dari 26 kampung dari 26 Ondoafi (Tokoh Masyarakat Adat) nantinya 1 grup akan terdiri dari 40 orang, serta acara “Berperang di Atas Perahu” yang pesertanya dari 20 kampung dari 20 Ondoafi dengan jumlah anggota mininum 30 orang.

Lalu ada acara “Merokok Sambil Menyelam” mencari ikan, dilakukan oleh ibu ibu yang usianya agak tua merokok sebelum menyelam dan setelah kembali ke permukaan air, rokoknya masih hidup karena rokok yang ada apinya dibalik ke dalam mulut.

Festival ini akan diikuti 100 grup tari terdiri dari 24 grup Ondoafi (4 distrik) disekitar Danau Sentani, 15 group dari Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, 30 group dari luar Kabupaten dan 16 group dari paguyuban. Partisipasinya melibatkan Kabupaten Boven Digul, Kabupaten Asmat, Kabupaten Memberamo Raya, Kabupaten Yalimo, dan Kabupten Sarmi.

“Pada FDS 2015 akan ada pemecahan rekor MURI untuk kategori tebar benih ikan Nila 1juta ekor, Kerja Bakti Massal 10.000 orang, Pembersihan Danau Sentani (Save Sentani Lake), dan Bursa Batu Cycloop (Save Cycloop Mountain),” ungkapnya.

Batu Cycloop menurutnya merupakan batu yang diberikan sebagai mas
kawin, harganya bisa mencapai miliaran rupiah.

Menurut Matius, paket tour yang ada di Jayapura, yakni “Sentani Lake Tour” Wisata keliling Danau Sentani dengan menggunakan Kapal Ferry mengunjungi Kampung Adat Abar, Ajau, Puay dan Yobeh. Berkeliling wisata dengan Feri sekitar dua jam dengan biaya Rp20 ribu rupiah.

Ia mengatakan, “Jumlah wisman ke Papua 10.000 orang per tahun, sedangkan wisnus 100.000 orang per tahun”.

“Kini jumlah hotel sudah mencapai 22 hotel, penginapan 4, biro perjalanan 25. Di Jayapura sendiri wismannya baru mencapai seribu orang dan wisnusnya 100 ribu,” tambah Kadisbudpar Jayapura, Chris K Tokoro pada kesempatan yang sama.

Wisman yang datang pada perhelatan FDS umumnya didominasi dari Australia, Belanda, dan Jerman. Namun Singapura, Thailand, China, India, Jerman, dan Malaysia juga menjadi wisman yang kerap datang.

“Untuk kediatan ini sudah ada 15 orang konfirm dari Malaysia, mereka akan datang dan menyampaikan lewat internet begitu juga dari Australia ada 18 orang yang telah menyatakan akan datang karena hubungan lewat gereja,” tuturnya.

Bagi Menpar Arief Yahya destinasi di Papua seperti produk yang berada di posisi tahap awal product life cycle. Bila akses bagus dan siap sehingga positioning akan bagus, karena keindahan alam yang luar biasa.

Karena infrastruktur belum siap, Tourism development-nya diberlakukan sebagai for low infrastructure.

“Visa free yang akan berlaku mulai Juli akan menjadi kesempatan wisman datang ke Papua. Charter from Beijing ke Manado dan Jakarta, akan mungkin dari Beijing ke Jayapura,” tambah Menpar. (evi)

LEAVE A REPLY