Festival 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia Hadir di Mall of Indonesia

0
1320

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Bertempat di Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kemenparekraf bekerja sama dengan PT Sasa Inti dan Mall of Indonesia Kelapa Gading menyelenggarakan “Festival 30 IKTI”  selama tiga hari mulai 17-19 Oktober 2014.

“Tujuan dari kegiatan ini untuk memperkaya kuliner tradisional Indonesia. Melihat keragaman kuliner tradisional Indonesia merupakan potensi yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar  Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus Meeting, Insentif, Convention & Event Kemenparekraf, Achyaruddin dalam sambutannya.

Ia mengatakan, “Tiga puluh ikon kuliner tradisional Indonesia merupakan masakan yang telah diseleksi oleh kelompok kerja dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, terdiri dari para praktisi dan pakar kuliner”.

Landasan pemilihan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia tersebut menurutnya berdasarkan beberapa kriteria. Pertama, bahan baku harus mudah diperoleh, baik di dalam maupun luar negeri, yang kedua kuliner tersebut telah dikenal oleh masyarakat luas.

Dan yang ketiga, ada pelaku profesional praktisi kuliner tersebut. Pemilihan kuliner tradisional sebenarnya tidak berhenti pada 30 kuliner namun ke depannya setiap destinasi wisata diharapkan memiliki ikon dan kuliner unggulannya.

“Acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan jumlah restoran Indonesia di luar negeri. Selama ini restoran kuliner khas tradisional di luar negeri belum banyak tersedia, untuk itu dengan berlangsungnya acara ini kami dari kementerian mendorong agar tidak kalah saing dengan negara lainnya,” ungkapnya.

Achyaruddin menambahkan,  “Kehadiran 30 ikon kuliner ini yang  pertama kali diadakan di area mal khususnya di Jakarta, diharapkan mampu membawa selera masyarakat Indonesia untuk lebih mencintai kuliner Indonesia”.

Menurutnya 30 ikon terus dibawa ke Internasional, sekarang dihadirkan di ranah sendiri sehingga kuliner Indonesia akan terus disukai baik dalam negeri maupun Internasional.

Dari kuliner pusaka, tradisi dan unggulan, mulai dari makanan pembuka, hingga penutup dimana semuanya diharapkan menjadi makanan yang wajib dimasak pada setiap event nasional atau internasional di Istana Negara.

Ke-30 ikon kuliner tradisional yang disajikan selama festival berlangsung, yakni  ayam panggang bumbu rujak yogyakarta, gado-gado jakarta, nasi goreng kampung, serabi bandung, sarikayo minangkabau, es dawet ayu banjarnegara, urap sayuran yogyakarta, sayur nangka kapau, lunpia semarang, nagasari yogyakarta, dan kue lumpur Jakarta.

Selain itu ada soto ayam lamongan, rawon surabaya, asinan jakarta, sate ayam madura, sate maranggi purwakarta, klappertaart manado, tahu telur surabaya, sate lilit bali, rendang padang, orak-arik buncis sili, pindang patin palembang, asam padeh tongkol padang, nasi liwet solo, es bir pletok jakarta, kolak pisang ubi bandung, ayam goreng lengkuas bandung, laksa bogor, kunyit asam solo, dan nasi tumpeng.

Dalam kesempatan tersebut, Kemenparekraf juga memperkenalkan suatu wadah informasi  yang didalamnya menampilkan informasi 30 IKTI yang dapat diakses masyarakat.(evi)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.