Ferdiansyah: Komisi X Kawal Terus Pengembangan SDM Pariwisata

0
642

BATAM, test.test.bisniswisata.co.id:  Komisi X DPR – RI akan terus mengawal program pengembangan sumber daya manusia di bidang pariwisata sehingga asumsi APBN ke depan akan keluar dari komisi ini karena pariwisata mampu menjadi penghasil devisa utama, kata Ferdiansyah, Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang membidangi pariwisata.

“Kesiapan SDM menjadi kunci utama dalam pengembangan pariwisata nasional karena itu mimpi kami ke depan asumsi APBN muncul dari komisi X dengan mengacu pada produk domestik bruto (PDB) dan sektor kepariwisataan sehingga kita dapat menjadikan pariwisata sebagai penghasil devisa utama dan anggaran pendidikan pariwisata juga terjamin,”

Berbicara pada Rakornas SMK Pariwisata di seluruh Indonesia 30 Maret-1 April 2016 di Hotel Harmoni One Batam, Ferdiansyah mengatakan penyiapan SDM lebih penting dari program promosi baik dalam maupun luar negri oleh karena itu pihaknya berharap hasil Rakornas Perguruan Tinggi Pariwisata yang sudah dilaksanakan tahun lalu maupun hasil Rakornas SMK Pariwisata terus ditindaklanjuti.

Menurut Ferdiansyah, hasil Rakor SMK Pariwisata maupun Rakor PT Pariwisata harus terus dikawal tiga kementrian seperti Kemempar, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementrian Ristek dan Dikti.

“Minimal para eselon satunya terus berkordinasi dan bersinergi agar SDM kita mampu melayani wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Nantinya dalam Rapat Kerja Komisi X dalam hal sumber daya manusia pariwisata ini akan lebih terarah dan fokus, tandasnya.

Terobosan berikutnya adalah soal pembangunan Akademi Komunitas Pariwisata di 10 daerah prioritas pembangunan pariwisata Indonesia seperti di Danau Toba, Bromo, Borobudur, Wakatobi, Raja Ampat dan yang lainnya. Akademi berbasis komunitas ini setara dengan pendidikan D1 dan DII.

“Akademi Komunitas di Wakatobi, mereka butuhnya SDM untuk wisata selam. Ya kita bentuk Akademi Komunits Wisata Selam Wakatobi, daerah lain juga begitu, disesuaikan dengan kebutuhan,”

Keberhasilan pembangunan suatu wilayah destinasi wisata ditentukan oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan merupakan salah satu cara meningkatkan kualitas SDM tersebut.

Oleh karena itu peningkatan mutu pendidikan harus terus diupayakan, dimulai dengan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada penduduk untuk mengenyam pendidikan, hingga pada peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan

“Wisatawan nusantara itu sama pentingnya dengan wisatawan mancanegara karena itu dalam kurikulum pendidikan SMK dan Perguruan Tinggi perlu ada pemahaman profil wisatawan dan pemetaan yang baik sehingga angka partisipasi kasar (APK) maupun murni bisa diukur,” kata Ferdiansyah.

Ferdiansyah mengatakan Rakornas ini menjadi langkah awal sinergitas yang baik antara pemerintah, wakil rakyat, stakeholder, dan perwakilan SMK Pariwisata. Tapi sayang yang hadir baru sepertiga dari jumlah SMK Pariwisata yang ada di Indonesia.

“Kami berharap Rakornas SMK maupun perguruan tinggi bisa berlanjut dan tidak berhenti. Tidak hanya pada tahun ini saja, idealnya seluruh SMK pariwisata terlibat dalam program ini,” tutup Ferdi.

Melihat banyak tujuan positif Rakornas ini demi terbentuknya komitmen meningkatkan SDM pariwisata Indonesia, Ferdianysah menghimbau agar kegiatan ini dilakukan secara berkesinambugan. “Sebaiknya lokasi penyelenggaraannya pun berpindah-pindah kota dan pesertanya benar-benar dari seluruh SMK pariwisata se-Indonesia,” ujarnya. (hildasabri@yahoo.com)

 

LEAVE A REPLY