Famtrip Biksu Dan Pers Thai dan Vietnam Promosikan Candi Borobudur Di Kalangan Umat Buddha

0
88

MAGELANG, bisniswisata.co.id:Sedikitnya 16 orang peserta Famtrip Hari Raya Waisak 2018 dari Thailand dan Vietnam telah mengikuti prosesi awal jelang perayaan Tri Suci Waisak yang dipusatkan di Candi Borobudur, Jateng.

Para peserta tiba di Jogyakarta Minggu sore dan langsung menuju Magelang. Mereka terdiri  dua orang biksu (monk) dan 2 orang jurnalis TV Vietnam, 1 orang jurnalis media cetak Vietnam serta 1 orang pendamping KBRI Vietnam sebagai penterjemah.

“Sementara dari Thailand adalah 7 orang biksu dan 3 orang Jurnalis media TV Buddha Thailand. Famtrip Waisak 2562 BE bagi pemuka agama dan jurnalis dari Thailand dan Vietnam ini berlangsung dari 27 Mei – 1 Juni 2019, di Magelang,  Jateng dan Yogyakarta,” kata Iyung Masruroh, Asdep Pemasaran 1 Regional I Kementrian Pariwisata, hari ini.

Tujuan program ini, tambahnya  untuk mempromosikan pariwisata Indonesia melalui perayaan Waisak tahun 2018 (2562 BE) sebagai upaya mempromosikan Candi Borobudur dan sekitarnya dikalangan pemuja agama Buddha.

Hari pertama kunjungan dimulai dengan melaksanakan persembahyangan dan berdoa jelang matahari terbit (Sunrise Prayer) di Rupadhatu Candi Borobudur, disamping melaksanakan ritual Pradakshina (mengelilingi Rupadhatu).

Sunrise Prayer di Rupadhatu Candi Borobudur,

Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi Desa Wisata Candirejo sekaligus makan siang, di Balkondes. Desa Candirejo terletak di Kecamatan Borobudur, sekitar 3 kilometer tenggara Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Seperti diketahui, Kementerian Pariwisata tengah mengembangkan model desa wisata sebagai tujuan kunjungan tunggal atau single destination yang telah memiliki produk wisata unik dan dikemas dalam paket wisata.

Wisatawan dapat berkunjung dan menginap di desa wisata tersebut dan berinteraksi dengan masyarakat desa yang masih memegang teguh tradisi kuno yang hingga kini masih dipertahankan.

Di Desa Wisata Candirejo peserta melakukan aktivitas berkeliling naik dokar/ andong, berkunjung ke tempat pembuatan kerupuk (industri rumahan), bermain musik tradisonal gamelan dan melihat tempuran (pertemuan) antara dua sungai yaitu sungai Elo dan sungai Progo.

“Kita harapkan ke depan makin banyak wisatawan dari Vietnam dan Thailand yang datang merayakan Waisak i Indonesia karena setiap tahun perayaan Tri Suci Waisak dipusatkan di Candi Borobudur,” kata Iyung Masruroh.

Sore harinya peserta Famtrip mengikuti prosesi jelang perayaan Tri Suci Waisak bagi umat Buddha ini di Candi Mendut, yaitu upacara pengsakralan air suci dari umbul Jumprit, Tegalrejo, Temanggung.

Situs Umbul Jumprit merupakan situs suci bagi umat Buddha dan  merupakan salah satu tempat semadi bagi biksu dari Indonesia, Thailand, dan Sri Lanka.

Air suci tersebut tiba di Candi Mendut pada pukul 15.00 dan didoakan oleh ara Sangha atau persaudaraan para bhikku suci dan rohaniawan lainnya dari majelis-majelis agama Buddha serta Lembaga Keagamaan Buddha Indonesia ( LKBI).

Selama dua hari, mulai Jum’at 25 dan Sabtu 26 Mei 2018 di pelataran zone 1 Taman Lumbini-Candi Agung Borobudur, Jawa Tengah, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) telah melakukan kepedulian sosial kepada ribuan warga Desa Borobudur dan sekitarnya.

Seperi tahun-tahun sebelumnya, kegiatan bakti sosial Walubi di hari Tri Suci Waisak 2562 BE/2018 memberikan pengobatan dan pelayanan medis; antara lain, bedah
minor, bibir sumbing, mata, operasi katarak, periksa gula darah, pusing kepala, gatal-gatal yang didukung para dokter spesialis.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.