Faisal Basri: Lombok Barat Cocok Terapkan Sustainable Tourism

0
205
Pura Batu Bolong Lombok Barat (Foto: http://plesiryuk.com)

LOMBOK BARAT, test.test.bisniswisata.co.id: Ekonom Faisal Basri menilai guna mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Lombok Barat, Pemkab Lombok barat saatnya mengidentifikasi peluang sekaligus potensi pariwisata yang dimiliki.

“Identifikasi ini, perlu dilakukan agar kedepannya Lombok barat menjadi sebuah daerah destinasi wisata utama. Apalagi, saat ini, sektor pariwisata menjadi penyumbang terbesar PAD Lombok Barat,” papar Faisal Basri saat memberikan ceramah ilmiah pelestarian lingkungan dan alam bertajuk “Strategi Membangun Kemandirian Daerah Berbasis Produk Unggulan” di Lombok Barat.

Dilanjutkan, percepatan pembangunan sektor pariwisata menjadi sebuah keharusan. Karena kedepannya, Lombok Barat dipastikan menjadi daerah wisata unggulan.

Model pengembangan pariwisata paling tepat dengan menggunakan prinsip sustainable tourism. Pilihan ini dianggap sangat relevan karena memadukan unsur pelestarian alam, tradisi, budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, katanya dalam keterangannya yang diterima redaksi test.test.bisniswisata.co.id, Sabtu (17/09/2016).

Misalnya, sambung dia, salah-satu prinsip dari sustainable tourism adalah produk organik dari daerah tersebut. Sehingga, konsekuensinya masyarakat lokal di tuntut terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi.

Faisal juga memberikan, penekanan akan pentingnya laju pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur, termasuk NTB dan Lombok Barat. Sehingga sektor unggulan perlu diperhatikan. “Agar Lombok Barat menjadi daerah yang berdaya saing tinggi dalam bidang ekonomi khususnya industri Pariwisata,” lontarnya.

Pengamat ekonomi asal UI juga menyampaikan beberapa data terkait sektor yang menjadi andalan dalam pendapatan perkapita Lombok Barat yakni dari sektor industri akomodasi, restaurant dan hotel menyumbang 20,23 persen. Untuk perbandingan, dengan sektor yang sama, Bali mencapai 22,2 persen.

Selain itu, fakta tahun 2013 posisi rata-rata pertumbuhan ekonomi di NTB mencapai 20,2 persen. Karena ditopang pertambangan, sehingga ketika tahun 2014 s/d 2015 pertambangan mulai keluar, pertumbuhan ekonomi NTB turun drastis menjadi 9,3 persen. “Laju Pertumbuhan masih di bawah rata-rata nasional, yang mencapai 10 persen,” ungkapnya.

Faisal juga meminta agar Lombok Barat banyak belajar dari Negara Turki untuk mempercepat pertumbuhan pariwisata. Dan, ada beberapa poin penting menyangkut percepatan pariwisata Lombok Barat. Pertama, membangun citra wisata secara kreatif, citra wisata ini penting untuk pembangunan infrastruktur dan stabilitas.

Kedua, adalah membangun iklim usaha bersama dan berjejaring secara mutualistik. Misalnya koperasi yang bisa menjadi role model dalam pembangunan iklim usaha, termasuk di bidang pariwisata, yang tentu saja akan memberikan multi efek dalam pembangunan daerah.

Ketiga, pemanfaatan lahan bertujuan untuk fokus pada pengembangan pariwisata. Poin keempat, memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat, seperti kultur, sosial, dan spiritual, yang akan mampu menopang industri wisata yang berkelanjutan.

Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, mengatakan, ceramah ilmiah sebagai upaya peningkatan wawasan aparatur dan koordinasi. Juga merilis Pusat Klinic Perencanaan (Centre for Planning Clinic) yang mana koordinasi menjadi kunci utama.

Dan untuk mempercepat pertumbuhan pariwisata yang berbasiskan Sustanaible Tourism, perlu dibuatkan sebuah aturan dalam bentuk Perbub (Peraturan Bupati). “Ini agar prinsip prinsip dasar yang terkandung dalam sustainable tourism bisa di implementasikan dengan baik,” kata Bupati Fauzan. (END)

LEAVE A REPLY