Es Krim Sepatu Cibaduyut, Kuliner Unik ala Bandung

0
1640

BANDUNG, test.test.bisniswisata.co.id: TRAVELING ke Bandung, Jawa Barat, pasti mampir ke kawasan Cibaduyut, sentra industri sepatu kulit yang beraneka ragam model, corak dan warna. Namun, tidak semua sepatu buatan Cibaduyut dipakai sebagai alas kaki. Sepatu asal Cibaduyut ternyata juga bisa dimakan. Kok bisa?

Sepatu yang bisa dimakan itu buatan Raditya Priyatama. Tapi, sepatu buatan pria berumur 44 tahun bukan terbuat dari kulit melainkan es krim yang lezat. Raditya adalah pemilik kedai Es Krim Sepatu yang bisa ditemui di kedai makan Pujaseksi, tepat di sentra industri sepatu terbesar dan tertua di Kota Bandung, yaitu Cibaduyut. Lokasinya pun tidak sulit ditemui, hanya beberapa meter saja dari Tugu Sepatu di Cibaduyut.

Ide awal kedai itu, saat Eaditya menyadari para pelancong hanya mengenal Cibaduyut sebagai pusat perbelanjaan aneka ragam sepatu. Para pelancong lupa bahwa kuliner merupakan salah satu daya tarik lain dari tempat ini.

“Saat saya mulai menjalankan bisnis kuliner ini, saya mulai berpikir untuk mencari ikon makanan yang merepresentasi tempat kedai makanan ini berada. Tercetuslah gagasan membuat Es Krim Sepatu, karena selain bentuk sepatu yang unik, es krim merupakan jenis makanan yang disukai berbagai kalangan usia dan golongan,” ujar Raditya saat ditemui di Bandung, Minggu (6/3).

Raditya tidak memilih proses pabrikan dalam memproduksi “sepatu” yang bisa dilahap itu. Dia memilih racikan biskuit yang renyah sebagai bahan baku utama. Kendati proses pembuatannya dilakukan secara handmade, Raditya mempertahankan prinsip higienitas, mulai dari pembuatan sepatu sebagai alas es krim maupun pembuatan es krim-nya sendiri.

Biskuit yang disiapkan ditumbuk dahulu hingga halus, sebelum dicampur dengan mentega cair dan susu kental manis. Adonan biskuit yang sudah menyerupai tanah liat ini selanjutnya dibentuk satu per satu menjadi sepatu. Mulai dari sepatu sports, moccasin, boot, atau sepatu ala Crocs yang populer.

Untuk menambah daya pikat, Raditya menambahkan buah-buahan, seperti kiwi, anggur, dan stroberi sebagai bagian dari topping es krim. “Ada empat jenis rasa topping yang dapat dinikmati, yaitu topping stroberi, coklat, karamel, dan moka,” kata dia seperti dilansir laman SuaraPembaruan.com, Senin (07/03/2016).

Harga es krim sepatu beragam, bergantung pada topping, mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 40.000. Untuk menambah daya tarik, Raditya juga menamakan menu es krim dagangannya dengan nama-nama yang unik. Ada “Es Krim Sepatu Bahagia”, “Es krim Sepatu OMG”, “Es Krim Sepatu Touch Down Cibaduyut”, dan “Es Krim Sepatu Senyuuuuum”.

Kendati Es Krim Sepatu ini terbilang baru, banyak pelanggan Pujaseksi yang tidak mau melewatkannya. Mereka menyantap es krim ini baik sebagai camilan atau makanan penutup setelah menyantap makanan utama di Pujaseksi.

Selain menyajikan “Es Krim Sepatu”, Kedai Pujaseksi juga menyajikan aneka kuliner lain, seperti aneka nasi ayam, aneka sop (sop konro, sop iga, dan sop daging), bakso, dan aneka jus. “Yang tak kalah unik, di Pujaseksi juga ada menu kue balok, yang bisa disajikan dengan menambahkan es krim di atas kue tersebut. Soal harga dan rasa, tentu relatif terjangkau. Sesuai dengan namanya, Pujaseksi, yang merupakan kependekan dari Pusat Jajanan Serba Enak, Komplit, Sehat, dan Irit,” ujar Raditya. (*/SP)

LEAVE A REPLY