Enam Konglomerat Indonesia Tertarik Investasi Destinasi Wisata Danau Toba

0
438
Danau Toba

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyebut ada enam konglomerat asal Indonesia yang akan berinvestasi di destinasi wisata Danau Toba. Keenam investor itu akan ikut menanamkan modal untuk pengembangan wisata di danau vulkanik dan rencananya diisi dengan convention center hingga resort.

“Jadi sampai kini ada orang kaya Indonesia, jumlahnya enam orang. Setelah melihat, mereka sudah sepakat akan investasi di sana,” ungkap Menko Luhut usai rapat tentang Danau Toba dan Nias di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, seperti dilansir ANTARA, Selasa (20/9/2016).

Luhut juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM, melanjutkan nanti pengembangannya sama seperti di Nusa Dua. Ada resort dan convention center. Sehingga, convention center jangan hanya di Bali, “Jadi orang bisa pindah (cari tempat) di Toba,” terang dia.

Diakuinya, para investor sudah mendesak agar segera ada kepastian kapan proyek investasi tersebut bisa terealisasi. Sayangnya, masih ada sejumlah masalah yang belum rampung termasuk legalisasi lahan di lokasi wisata tersebut. “Soal tanahnya, pemindahan statusnya, jadi itu surat dari gubernur kepada KLH (Kementerian Lingkungan Hidup), karena investornya justru malah yang desak kita kapan mereka bisa mulai bekerja di sana,” lontar Menko Luhut.

Karena itu, pihaknya mengumpulkan sejumlah pihak dan membahas masalah pemindahan status lahan berdasarkan surat dari Gubernur Sumatera Utara kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Ini lantaran investornya yang mendesak kami. Makanya, kami juga bahas kapan bisa mulai kerja di sana? Kapan desain awal itu didapat? Kami juga buat desain siapa yang mau kerjakan infrastruktur di dalamnya selerti air atau listrik,” jelasnya.

Selanjutnya, tambah dia, Badan Otorita Danau Toba akan mulai mendesain kerja badan otorita. Karena sampai saat ini, desain awal belum dikerjakan. “Jadi kapan desain awal dari otorita itu mereka dapat, nah kita kan belum buat. Sekarang kita mau buat,” lanjut Luhut.

Selain desain, kan dibuat skema pengerjaan infrastruktur yang berguna untuk mempercepat pengembangan Danau Toba sebagai salah satu dari 10 Bali Baru. “Kemudian siapa yang mengerjakan infrastruktur dalam otorita itu, misalnya air, selokan, pembuangan air, pembuangan kotoran dan listrik,” tutup pria kelahiran Toba Samosir

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pada tanggal 1 Juni 2016 telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2016 tentang Badan Otoritas Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba. Payung hukum itu diterbitkan dalam rangka menguatkan upaya pengembangan kawasan wisata Danau Toba yang masuk dalam 10 destinasi pariwisata prioritas yang akan diakselerasi pengembangannya. (*/BBS)

LEAVE A REPLY