Eh, Ada “pak Ahok” di Rurung Diwang Dangin Mas Ubud

0
214

BALI, bisniswisata.co.id,- SECARA fisik “Ahok” (Basuki Cahaya Purnama) boleh terperangkap dalam hotel prodeo, tetapi energi positip, restunya pada aksi kebangkitan bangsa menjadi bangsa yang jujur tetap menyebar, bergerak, menggelinding bak bola salju.

“Spiritnya menghangatkan penyerahan penghargaan MURI, bertepatan dengan pembukaan ABOETD ART Signature Painting Art Festival,” ujar I Kadek Rudiantara.

Pameran karya unik berupa respon terhadap doa restu berwujud tadatangan yang mulai 16 Agustus s.d 16 Desember ini bertemakan The Spirit of Lingga Tangan, dari Diwang Dangin Menuju Dunia”. Ruang pameran yang mengambil ruas jalan di Banjar Batan Ancak, Mas Ubud, menampilkan 1945 karya.

Bagi Kadek Rudiantara, melukis adalah keahlian warisan keluarga, tetapi mendedikasikan hidup menjadi seniman, menjadikan berkesenian sebagai tulang punggung kehidupan keluarga, diperlukan keberanian dan restu lingkungan. Oleh karenanya Kadek Rudiantara yang lebih dikenal dengan sapaan Aboedt (baca: Abud), memohon doa restu dengan meminta tanda tangan siapa saja yang ditemuinya. Dari anggota masyarakat umum disekitar tempat tinggalnya, sampai pejabat tinggi yang dijumpainya saat menghadiri suatu acara.

“Selain mendapatkan inspirasi dari guratan tanda tangan, karena saya bukan peramal atau pembaca garis tangan, saya melukisnya. Ini cara saya meminta doa restu atas keputusan memilih jalan hidup sebagai seorang seniman,” tutur suami Anak Agung Jurmaheni.

Terkumpul 2050 tanda tangan dan yang ditampilkan 1945 lukisannya sebagai aksi memperingati dan mengisi spirit hari kemerdekaan Indonesia. Salah satunya adalah tanda tangan Basuki Cahaya Purnama alias Ahok dan seniman kondang yang tidak bersedia memberikan tanda tangannya, tanpa bermaksud tidak merestui pilihan hidup Aboedt.

“Pak Gunarsa, tidak bersedia memberikan tanda tangannya. Tetapi beliau mengirim karya skets wajah saya lengkap dengan tanda tangan beliau. Akhirnya, bisa saya tampilkan juga karya rupanya,’’ ujar bapak satu anak ini sembari tergelak.

Sebanyak 1950 karya senirupa lukisan tanda tangan ini, usai penyerahan penghargaan MURI, selanjutnya dipindahkan ke ruang pamer Mas Galery di kawasan Lod Tunduh, Ubud, Gianyar, Bali. *Dwi/bisniswisata.co@gmail.com

LEAVE A REPLY