Eat Republic Sajikan 700 Menu Khas Nusantara

0
8534

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Sebuah destinasi wisata kuliner kini hadir di Pondok Cabe, Cinere, Depok, Tangerang Selatan (Tangsel) dengan nama “Eat Republic”.

Memasuki area pusat kuliner seluas 2.400 m2 dengan 36 tenant besar dan 30 tenant kecil (gerobak) ini tentu akan membuat pengunjung yang baru pertama kali datang tak cukup menghabiskan waktu sejam. Pasalnya pusat kuliner yang memiliki konsep “Indonesia Tempo Doeloe” ini menyajikan 700 jenis menu makanan Nusantara dan Asia.

Sebelum memesan makanan pengunjung terlebih dahulu harus melakukan top up terlebih dahulu. Harga makanan yang ditawarkan berkisar dalam kisaran Rp25.000 hingga Rp45.000.

Menu yang ditawarkan di tempat ini sangat variatif, pengunjung memiliki banyak pilihan dengan berbagai menu special.

“Mari mba bisa kami bantu?” ujar gadis bernama Diana yang mengenakan seragam dan rompi bertuliskan Ask Me kepada Bisniswisata.co.id yang sedang mencari tenant Mie Ongklok Wonosobo.

Diana merupakan salah satu dari puluhan petugas (customer service) di Eat Republic yang siap membantu pengunjung.

Eat Republic buka setiap hari kerja dari pukul 10.00-22.00 WIB. Pada Sabtu buka mulai pukul 10.00-24.00 WIB. Khusus Minggu, Eat Republic yang menampung 800 tempat duduk ini buka dari pukul 07.00 hingga 22.00 WIB.

 

“Di sini 90 persen makanan Indonesia, mulai dari Nasi Uduk, Nasi Krawu, Nasi Gudeg, Nasi Bali, Soto Kudus, Kupat Tahu Magelang, Soto Kudus, Soto Lamongan, Lontong Kikil Surabaya, Es Jeli Medan, Selendang Mayang, dan masih banyak lainnya,” ujar CEO Wiraland Property Group, Michael Wirawan saat jumpa pers Peresmian Pusat Kuliner Eat Republic di kawasan Central Business District (CBD) South City, Tangsel, Kamis (23/4/15).

Ia mengatakan, “Dengan pengoperasian pusat kuliner Eat Republic kami kembali mewujudkan komitmen untuk mengangkat perekonomian warga Tangsel, Depok, Jakarta Selatan, dan sekitarnya”.

Menurutnya hal tersebut dilakukan dengan mempekerjakan total 290 karyawan dari daerah sekitar Pondok Cabe, Cinere, dan sekitarnya sebagai karyawan Eat Republic dan karyawan tenant. Mereka juga dilatih dan diajarkan untuk menjadi pekerja yang professional.

“Eat Republic merupakan satu terobosan dan kreativitas yang bagus karena menyajikan sebagian besar masakan Nusantara sebagai ungkapan terhadap budaya bangsa terutama melestarikan budaya masakan atau kulinernya,” ujar pakar kuliner Bondan Winarno pada kesempatan yang sama.

Eat Republic menurutnya memperkaya aneka menu Indonesia yang ada sebelumnya. “Dengan mengusung konsep melestarikan kuliner dalam negeri. masakan Indonesia tidak terpinggirkan, dan menjadi lebih dibanggakan,” ujar Bondan.

“Tadi saya mencoba Lontong Medan dengan bahan dasar beras yang direbus dengan cara dibungkus daun pisang. Cita rasanya tinggi dan lebih enak dibanding dengan lontong daerah lainnya,” ungkap Bondan.

General Manager Eat Republic, Agus Saepudin, menambahkan, “Selain menjadi eat destination, Eat Republic juga dirancang menjadi travel destination. Hal ini karena tempat ini memiliki keunikan dan kelengkapan fasilitasnya”.

“Fasilitas yang ada, yakni bisa dimanfaatkan sebagai tempat pameran atau bazaar, seminar, talkshow, kumpul komunitas, gathering, tempat ngetik (bekerja), dan tersedia VIP room untuk meeting, bahkan untuk acara pernikahan,” jelasnya.

Selain itu menurutnya pengunjung juga dapat menikmati penampilan live music dari berbagai band pop, country, slowrock, hingga jazz.

“Fasilitas wifi juga tersedia di sini. 20 titik pemancar wifi disediakan sekaligus colokan di beberapa tempat, termasuk area untuk mencolok telepon genggam dan tablet,” ungkapnya.

Pembangunan Eat Republic menjadi cikal bakal dari pembangunan kawasan South City yang memiliki luas lahan 62 hektar. “Kedepannya kawasan ini menjadi entertainment and leisure park, dan kawasan CBD,” ujar Michael menambahkan.

“Setelah dibukanya the Boulevard yang menjadi kawasan seperti central park di New York, kami akan bangun The Valley berupa destinasi agrobisnis di sekitar danau alami (Lake Front Garden), lengkap dengan area bercocok tanam,” tuturnya.

Di sepanjang Sungai South City di dekat jembatan, menurutnya juga akan dibangun The Botanical Avenue yang menjadi taman edukasi untuk anak dan remaja tentang green environment. (evi)

LEAVE A REPLY