Earth Hour, Seniman Melukis dalam Kegelapan

0
171
Pelukis melukis dalam kegelapan (Foto: CNNIndonesia.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ada-ada saja aksi seniman lukis. Saat memperingati peduli bumi Earth Hour, lima pelukis La Ode Umar, Iwan Suhaya, Kinkin, M.Rusli dan Joko Kisworo melukis dalam suasana gelap. Aksi itu berlangsung di lobi Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta pada Sabtu (24/3), selama satu jam dari pukul 20:30 hingga 21:30 WIB.

Kelima seniman menjadi bagian dari pertunjukan kolaborasi kreatif dari Siji Art Management dalam gelaran bertajuk: Earth, Art, Hour. Mereka melukis di atas kanvas berkaitan dengan bumi dengan mengekspresikan kekhawatiran yang sama.

Pelukis, La Ode Umar, misalnya menyoroti kelangkaan akan pohon di masa mendatang. Pelukis pop art, membuat lukisan pohon diibaratkan berada dalam sangkar emas. “Efek pemanasan global dan perubahan iklim akan membuat pohon di masa datang bisa jadi sebuah kelangkaan,” lontarnya.

La Ode Umar mengakui melukis dalam kegelapan adalag sesyau yang menantang. Dan ini pertama kali dilakukan ternyata asyik juga. ” Mudah-mudahan pas lampunya hidup, warnanya sesuai yang diharapkan, tak melenceng,” paparnya sambil tertawa.

Lain lagi dengan pelukis Joko Kisworo. Mengangkat tema Keseimbangan, Joko menggambarkan dua bulatan abstrak sebagai simbol keseimbangan antara langit dan bumi.

Jokis, sebutan pelukis Joko Kisworo menginginkan dalam suasana menulis gelap gulita timbul inspirasi yang cemerlang. “Saya mencoba bisa melukis dengan mata batin, dan memang ini pertama kali menggelar acara ini juga melukis pertama dikeheningan kegelapan.” ujarnya

Beda dengan pelukis aliran ekspresionis M.Rusli yang menggambarkan deretan pepohonan lewat lukisan aliran ekspresionis. Dengan menggunakan water color, Rusli dengan membawa pesan tentang alam.

Pelukis realis Iwan Suhaya dan Kinkin dengan gaya melukis realis menampilkan kondisi bumi beserta isinya yang sudah mulai rapuh, dengan gaya lukisan realis.

Adeza Hamzah, Direktur Marketing Communication Hotel Ritz Carlton Jakarta mengatakan kelima lukisan hasil melukis dalam gelap di peringatan Earth Hour akan dipamerkan selama sepekan. Hasil penjualan dari kelima lukisan tersebut selanjutnya akan diberikan kepada World Wide Fund for Nature (WWF) untuk aksi peduli bumi dan lingkungan.

Peringatan Earth Hour, The Ritz-Carlton Jakarta Mega Kuningan juga menggelar acara turn off the electricity atau mematikan lampu selama 60 menit. “Program Live Painting in the Dark atau melukis dalam gelap ini para pelukis menuangkan karyanya tentang “Bumi”. Dimana terdapat sentuhan budaya, seni, bakat dan lingkungan tertuang pada kreasi karya. Dari mulai realis hingga abstrak,” tambahnya.

“Hasil karya seni yang telah dibuat selama kurang dari satu jam, mulai pukul 20.30 hingga 21.30 tersebut akan dipemerkan di lobi hotel selama satu minggu dan hasil penjualannya akan disumbangkan untuk organisasi WWF,” sambung Adeza.

Ditempat terpisah, perayaan Earth Hour properti Artotel di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Yogyakarta melakukan kegiatan berbeda dari yang lain dengan mematikan lampu selama 120 menit (2 jam), dari pukul 20.30 – 22.30 waktu setempat.

Perayaan diberi nama “60 + 60, Let Thomas Rests Longer”, untuk mengenang Thomas Alfa edison sang penemu lampu. Dengan tema ini memberikan kesempatan kepada Thomas untuk istirahat lebih dari 60 menit, yaitu 120 menit.

Selama 120 menit padamnya lampu di area publik hotel, Artotel juga menyelenggarakan kegiatan ‘’Glow In The Dark Painting’’ di mana pada tamu yang hadir dapat berpartisipasi melukis dalam kegelapan. Acara melukis ini akan dipimpin langsung oleh team creative setiap Artotel mereka akan membuat sebuah karya interaktif bersama tamu yang hadir. Selain itu, selama 120 menit ini juga akan ada promosi F&B dari jam 20.30 – 22.30 di seluruh Artotel, yaitu:

Jakarta : Artotel Thamrin – Jakarta akan memberikan diskon 60% untuk menu makanan utama di ROCA dan Rp 60 ribu net untuk minuman Cocktails di Bart.

Yogyakarta: Aatotel Yogyakarta menjual 2 botol bir lokal atau 2 buah minuman atau 1 Pan Pizza dengan harga yang sama, yaitu Rp 60 ribu nett.

Surabaya: Artotel Surabaya memberikan diskon sebesar 50% untuk seluruh menu yang ada di ROCA tidak termasuk pembelian alkohol dan rokok.

Bali: Artotel Sanur – Bali akan membuat menu spesial untuk makanan minuman juga 2 botol bir yang akan dijual dengan harga Rp 60 ribu nett dan sedangkan Artotel Beach Club akan memberikan Free Tapas selama acara Earth Hour 2018 berlangsung.

Yulia Maria, Asst Director of Marcom Artoel Group mengaku sangat antusias merayakan Earth Hour 2018, bukan hanya bentuk partisipasi kami pada kegiatan global yang dicetuskan oleh World Wild Fund for Nature (WWF) untuk mematikan lampu sejenak di semua properti Artotel.

“Kami mengemas gerakan ini secara kreatif dengan menyelenggarakan aktivitas berbau seni dan memberikan promosi makanan dan minuman dengan diskon yang sangat menggiurkan dalam waktu yang lebih lama, yaitu 120 menit atau 2 jam. Kami berharap dengan kegiatan yang kami selenggarakan ini dapat mengguggah kesadaran para tamu akan pentingnya hemat energi / listrik yang dapat mengurangi dampak yang serius terhadap perubahan iklim.” paparnya dalam keterangan tertulis. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.