Dwiki Dharmawan membuai penonton jazz di ajang Master Jam Festival Ukraina dengan lagu-lagu rakyat Indonesia.

0
864

ODESSA, Ukraina, test.test.bisniswisata.co.id: Lagu-lagu daerah Indonesia  memukau penonton di ajang Master Jam Festival yang di gelar di Odessa Musical Comedy Theater, Odessa, Ukraina, kemarin malam. Berkolaborasi dengan tiga musisi Polandia Adam Golucki, Pawel Uruweski dan Piots Checki, lagu-lagu rakyat yang dikemas dalam musik jazz ini tampil  pada sesi ketiga yaitu sesi puncak, persis sebelum jamz session, ungkap musisi Dwiki Dharmawan

“Konser langsung kami awali dengan komposisi Janger yang langsung menghentak audiense. Diawali dengan intro duo Piano dan Gamelan Gong Kebyar yang dimainkan seniman Agus Prasetyo ,  lulusan ISI solo murid maestro Rahayu Supanggah,” jelas Dwiki melalui WhatsApp, hari ini (27/4).

Komposisi Janger ini langsung membawa “nuansa lain” Master Jam Festival ini dimana sebelumnya penampilan musisi dari mancanegara kebih banyak mainstream, blues, Be Bop dan Jazz Rock, tambahnya.

Penampilan pembuka gala konser ini adalah Odessa Big Band yang didukung juga oleh kolaborasi musisi manca negara.”Setelah  musik Janger mendapat sambutan hangat saya bawa audiense menikmati lagu “Clarissa” yg diambil dari album World Peace orchestra yang saya luncurkan pada 2009.. Dominasi Akustik piano dan Soprano sax mengalun dan langsung membuai audiens,” ungkap Dwiki.

Komposisi ketiga yang dibawakannya adalah medley Cik Cik- Periuk dan Paris Barantai lagu asal Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan yang di aransemen sedemikian rupa dengan irama 6/8 dan Open harmony sehingga membawa penonton serasa ada di dunia lain.

“Di moment  inilah  jazz sebagai freedom expression dapat optimal dan  saya bangga bisa mengangkat Indonesian Folksongs di ajang ini menjadi suatu bentuk promosi wisata melalui kekayaan lagu-lagu rakyat Indonesia, kata Dwiki Dharmawan.

Menurut Dwiki, setelah lagu ketiga dia menyapa penonton dan memperkenalkan para musisi Polandia yang mengiringi penampilannya serta menjelaskan karya karya musik yang mereka mainkan di susul kemudian memainkan dua lagu berikutnya yang cukup menghipnotis penonton dengan permainan bassist Pawel Urewski yang mengganti akustik bass nya dengan electric bass dan mengalunlah  Numfor dan Arafura mewakili kawasan Indonesia Timur.

“Alhamdulillah secara keseluruhan penampilan kami semalam mendapat sambutan luar biasa dan selesai pertunjukan ditutup dengan Jam session Odessa Big Band.  Hal ini sangat berkesan dalam hidup saya, bayangkan musik Jazz yg berasal dari rintihan para budak di amerika menyebar sampai ke negeru Ukraina dan disini berkumpul musisi jazz dari Armenia,  Azerbaijan, , Indonesia, Rusia, USA, Perancis, Inggris, Kamerun dan negara-negara  peserta lainnya.

odessa2

Dwiki mengatakan di kawasan Eropa Timur ini tidak ada perang dingin karena semua penampil dan penonton menyatakan perdamaian dengan motto Jazz Unites Us yang menjadi tema tahun ini sangat dimaknai dan diresapi oleh semua audiens.

“Saya terinspirasi untuk mendorong diadakannya puncak peringatan International Jazz Day di Indonesia tahun depan,dan akanmengusulkan kepada UNESCO untuk mendukungnya dilandasi pemikiran bahwa di Bandung kita sukses menyelenggarakan Konfrensi Asia Afrika yang bersejarah tahun 1955 dan kita baru saja memperingatinya bersama di Jakarta dan Bandung,” kata Dwiki.

Tanggal 30 April telah ditetapkan sebagai hari jazz internasional. Dalam rangka memperingati hal tersebut, Dwiki Dharmawan diundang tampil dalam ajang Master Jam Festival yang merupakan rangkaian acara UNESCO International Jazz Day yang diselenggarakan di Odessa sebelah barat Ukraina, Eropa Timur.

“Kehadiran saya dalam ajang ini, merupakan inisiatif Duta Besar RI untuk Polandia, Peter F Gontha dan juga Duta Besar RI untuk Ukraina Niniek Kun Naryatie,” kata Dwiki Dharmawan.

Kegiatan yang akan dilaksanakan di Odessa Musical Comedy Theater pada tanggal 26 April 2015 kemarin  menampilkan nama-nama yang sudah tak asing di dunia jazz tersebut antara lain Nelly Manukian (Armenia, flute), Boris Plotnikov (Russia, harmonica), Bernard Struber (guitaris dan pianist dari Strasbourg, perancis), selain Dwiki Dharmawan (Komposer, pianis asal Indonesia).

Usai manggung di ajang Master Jam Festival yang didukung oleh UNESCO (International Jazz Day), Thelenious Monk Istitute of Jazz dan beberapa sponsor lokal di Ukraine, Dwiki yang berangkat didukung oleh Garuda Indonesia, KBRI Ukraine, KBRI Polandia dan KBRI Slovakia melanjutkan konser di Bratislava, Slovkia (27 April 2015), Warsawa,Polandia (30 April), Gdynia, Polandia (1 Mei), Warsawa (4 Mei) dan Katowice, Polandia pada 5 Mei 2015. (hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.