Dunia Acungi Jempol Keindahan Pemuteran Bali

0
641
Kawasan wisata Bahari Pemuteran Bali (Foto:www.bliketut.com)

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id: Pariwisata Indonesia kian mendunia. Setelah Nihiwatu NTT dan Pulau Nikoi Bintan meraih penghargaan sekaligus memiliki reputasi di dunia internasional, kini Pemuteran di Bali juga mendapat penghargaan dunia. Kawasan dengan keindahan terumbu karangnya, menempati posisi ke tujuh dari kategori Top 10 Lonely Planet Terbaik di Asia 2016.

Dan ini merupakan prestasi kedua, sebelumnya Pemuteran mendapat penghargaan dari UN WTO 2015, sebagai daerah konservasi bawah laut yang menakjubkan. Kedua penghargaan ini, tak lepas dari konsistensi kawasan Pemuteran dalam mengembangbiakkan terumbu karang dengan teknologi biorock, yaitu mengalirkan listrik bertegangan rendah bawah laut.

Kepala Dinas Pariwisata Bali, Anak Agung Gede Yuniartha senang dengan penghargaan ini. Mengingat Lonely Planet merupakan pemandu perjalanan dan media digital terbesar di dunia yang memiliki pengaruh besar dalam pariwisata internasional. “Kami senang karena Pemuteran, Bali, makin mendunia. Ini benar-benar sangat membanggakan,” kata Yuniartha di Denpasar, Kamis (14/07/2016).

Pengukuhan Pemuteran sebagai salah satu dari Top 10 Lonely Planet Asi 2016, bukan perkara sepele. Chris Zeiher, pakar perjalanan internasional Lonely Planet mengatakan, penghargaan ini diberikan berdasarkan rekomendasi ratusan ide yang disampaikan tim dari penulis, blogger, pengguna sosial media, hingga wisatawan. Meraka mengacungi jempol keindahan, keasrian, kelestarian Pemuteran.

Hasilnya, keheningan dan pesona alam kawasan Pemuteran, Bali, dianggap layak masuk ke dalam jajaran elit Asia. Kawasannya tenang, dengan balutan bangunan-bangunan modern serta aroma laut yang khas, dinilai sangat nyaman untuk mengajak wisatawan bersantai.

Di Pemuteran, Bali, wisatawan bisa asyik berjemur, sambil membaca. Tak hanya itu, kawasan wisata bahari ini juga menawarkan berbagai aktivitas wisata kelas dunia, mulai dari snorkeling, jet ski, atau menjelajahi keindahan laut menggunakan perahu beralas kaca.

Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali, I Ketut Ardana menjamin keasrian kawasan yang berada 200 km dari Denpasar. “Pembangunan dan pelestarian kawasan sangat terjaga. Semuanya kental dengan adat Bali,” paparnya.

Dilanjutkan, operator diving dibatasi, jumlah hotel, hingga pedagang pun dibatasi oleh peraturan adat. Di desa ini hanya ada sekitar 12 hotel. Sisanya homestay. Hanya 10 meter dari bibir pantai, wisatawan sudah bisa menikmati pemandangan terumbu karang hasil teknologi Biorock kelas dunia.

Di Pemuteran, papar Ardana, tarif sewa kamar untuk wisatawan sangat terjangkau. Dari mulai Rp 500 ribu per malam, wisatawan sudah bisa bermalam di kawasan tenang dan eksotis itu. Hingga saat ini, Desa Pemuteran telah memiliki hampir sekitar 1.000 kamar yang berbentuk hotel, resort, dan homestay. (*/LEO)

LEAVE A REPLY