Dukungan Industri Wisata dan Warga Dukung Wisata Halal Lombok

0
494

Pantai yang indah di Lombok untuk pengembangan wisata halal di Lombok. ( foto: www.warnaunyu.com.)

MATARAM, Lombok, test.test.bisniswisata.co.id; Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan dana sebesar satu miliar rupiah untuk menggenjot pariwisata halal pada tahun ini. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Lalu Muhammad Fauzal di Lombok.

“Dana tersebut kami alokasikan untuk stimulan sertifikasi dan standardisasi ekonomi halal bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia. Tak cukup dana saja, program ini butuh dukungan industri dan warga Lombok. ” ujar Fauzal semalam

Sejauh ini, Fauzal mengatakan sudah ada 100 unit usaha restoran dan hotel di Lombok yang memiliki sertifikasi halal dari MUI . Menurut keterangannya, sertifikasi halal diberikan kepada pelaku usaha jika mereka telah memenuhi standardisasi kebutuhan minimal dari para wisatawan Muslim.

“Intinya, semua wisatawan Muslim bisa beribadah di semua fasilitas destinasi kita,” ujarnya Sambil menambahkan pelayanan standar tersebut di antaranya menyediakan Musholla di area hotel serta perlengkapan beribadah seperti mukena, sajadah atau Al Qur’an.

Selain itu, hotel yang memegang sertifikat halal juga tidak boleh menyediakan sajian yang termasuk kategori haram bagi Muslim, termasuk di antaranya minuman beralkohol.”Semua mesti dipatuhi pihak manajemen hotel,”katanya menegaskan.

Selain sertifikasi pariwisata halal bagi para penyedia jasa pariwisata, Fauzal mengatakan Pemda juga memperkuat kebijakan untuk mengatur pariwisata halal. Salah satunya adalah membentuk peraturan daerah (Perda) pariwisata halal pada tahun ini.

“Kalau ada payung hukum secara kebijakan maka urusan budgeting aman sebagai operator pariwisata halal,” kata Fauzal.

Fauzal mencontohkan pasal 31 perda yang mencantumkan kewajiban bagi pemerintah daerah untuk menyediakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kemudian untuk menggaet lebih banyak wisatawan Muslim baik lokal atau mancanegara, Fauzal mengaku pemda telah menyiapkan beberapa destinasi yang masuk dalam kategori halal.

“Di destinasi menyesuaikan kebutuhan dasar minimal muslim traveler lakukan ibadahnya,” ujarnya.

Beberapa destinasi bagi wisatawan Muslim itu antara lain desa Sade, Masjid Kuno Karang Bayan, Islamic Centre, Sesaot, Jurang Malang, Gỉli Nanggu dan Gili Sudak. Destinasi wisata halal tersebut, ujarnya, dikemas ke dalam paket wisata 4 hari 3 malam yang diciptakan pemerintah daerah.

“ASITA ( Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies) dan biro perjalanan menjadi bagian suksesnya dorong destinasi wisata halal,” ujarnya.

Musholla tersedia di destinasi wisata di Lombok (foto: Utami Kusumawati)
Musholla tersedia di destinasi wisata di Lombok (foto: Utami Kusumawati)

Dukungan Warga Lombok

Sementara itu, Ema Al Musoli, warga NTB yang tinggal di wilayah Ampenan mengatakan dukungannya atas upaya pemda mengembangkan wisata halal.

“Saya, sih, dukung sekali. Lagipula masyarakat Lombok mayoritas Muslim. Jadi tidak akan ada masalah dengan penerapan wisata halal,” kata Ema ditemui di Pantai Ampenan, Lombok.

Meski demikian, Ema berharap pemerintah untuk tetap memperhatikan pariwisata konvensional karena ekonomi warga masih sangat bergantung pada sektor tersebut.

“Lagipula, kami juga tidak ingin kebijakan wisata halal ujung-ujungnya malah mendorong fanatisme. Yang biasa-biasa saja,” kata perempuan berkerudung tersebut,” ujarnya. (utamid.kusumawati@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.