Dukung Pariwisata, Kementerian PUPR Tingkatkan Infrastruktur

0
322
Infrastruktur jalan di Flores semakin bagus setelah ada sport tourism Tour de Flores . ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/16

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURR) mendukung kawasan wisata di sejumlah daerah Indonesia melalui pembangunan infrastruktur air maupun akses jalan.

“Saat ini terdapat 10 destinasi wisata yang termasuk di dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional di Tanah Air yang dikembangkan melalui pembangunan infrastrukturnya,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat (31/03/2017).

Ke-10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) tersebut adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Bromo (Jawa Timur), Labuan Bajo (NTT), Mandalika (NTB), Morotai (Maluku), Borobudur (Yogyakarta), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Belitung (Bangka Belitung) dan Tanjung Lesung (Banten).

Kementerian PUPR ditugaskan untuk memberikan dukungan penuh dalam pembangunan prasarana pada kawasan terkait, misalnya dengan menyediakan akses untuk menuju kawasan wisata, penyediaan air minum, dan juga sanitiasi di dalam kawasan.

Salah satu dari 10 KSPN yang akan segera ditangani adalah KSPN Danau Toba. Tahun ini (2017) Kementerian PUPR mulai melaksanakan normalisasi dan pelebaran terusan Tano Ponggol dari semula 12 meter menjadi 100 meter.

Tano Ponggol adalah terusan yang memisahkan Pulau Samosir dengan Pulau Sumatera. Terusan tersebut saat ini memiliki lebar 8-12 meter. Dengan pelebaran terusan tersebut diharapkan nantinya dapat dilalui oleh kapal pesiar kecil.

Wisatawan yang ingin mengelilingi pulau Samosir dapat menggunakan kapal pesiar, sehingga meningkatkan daya tarik Danau Toba khususnya Pulau Samosir. Pelebaran terusan menjadi 100 meter tersebut dilaksanakan sepanjang 1,2 km.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera III Baru Panjaitan mengatakan kebutuhan dananya mencapai Rp160 miliar yang dilaksanakan selama dua tahun anggaran hingga 2018. “Setelah penetapan lokasi oleh Gubernur (Sumatera Utara), akan kita tenderkan awal Agustus,” kata Baru.

Dengan dilaksanakannya pelebaran terusan Tano Ponggol, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional II Paul Ames Halomoan mengatakan, otomatis jembatan yang saat ini menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Samosir akan diganti dengan jembatan sepanjang 100 meter dan menggunakan desain baru sehingga dapat dilalui kapal pesiar kecil.

Saat ini sedang dilakukan penanganan jalan lingkar Samosir sepanjang 125 km yang dilaksanakan sejak tahun anggaran 2016. Jalan lingkar Samosir semula merupakan jalan milik Pemerintah Kabupaten Samosir, namun telah diserahterimakan kepada Kementerian PUPR di tahun 2015.

Penanganan jalan lainnya yang dilaksanakan dalam rangka mendukung KSPN Danau Toba adalah penanganan jalan lingkar luar Danau Toba sepanjang 360 km mulai dari Lingkar Parapat-Panji-Kaban Jahe dan seterusnya sampai kembali lagi ke Parapat. “Saat ini, masih terdapat beberapa segmen yang mempunyai lebar hanya 4,5 meter. Segmen-segmen ini akan kita lebarkan menjadi 7 meter,” katanya.

Selain itu untuk akses menuju kawasan Danau Toba, Kementerian PUPR akan melanjutkan lagi jalan tol dari Tebing Tinggi-Siantar- Parapat. Diharapkan tahun 2019 jalan tol Medan-Tebing Tinggi-Parapat bisa selesai.

Paul memprediksi apabila jalan tol tersebut sudah selesai maka wisatawan yang ingin mengunjungi Danau Toba melalui Parapat cukup menempuh perjalanan selama dua jam dari Medan atau Bandara Kualanamu. “Sekarang bisa empat jam kalau lalu lintasnya lancar, bila macet bisa enam jam sampai di Parapat,” katanya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY