Dukung Pariwisata Danau Toba, PGN Bangun Sarana Wisata

0
411
Danau Toba (Foto: missellieneous.wordpress.com)

MEDAN, test.test.bisniswisata.co.id: Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), memang cerdas. Disaat pemerintah serius mengembangkan Danau Toba menjadi tujuan wisata unggulan, dengan menyulap Danau Toba menjadi Monaco ala Asia berkelas dunia, PGN melakukan terobosan dengan menyalurkan dana sebesar Rp649 juta.

Dana sebesar itu untuk membangun toilet umum, bak sampah, membangun jalan setapak juga sebuah gapura artistik, unik dan menarik di Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. “Dana kami tak seberapa, namun bisa untuk mendukung, membenahi destinasi wisata Danau Toba agar lebih baik, menarik, sehingga wisatawan yang datang bisa merasakan aman, nyaman selama berwisata,” papar Kepala Area PGN Medan, Saeful Hadi dalam keterangannya, Jumat (01/07/2016).

Dijelaskan, selama ini PGN menyalurkan energi baik gas bumi di Medan, Sumut. Juga aktif menyalurkan energi baik dalam bentuk lainnya untuk mendukung pemberdayaan masyarakat maupun untuk mendukung pariwisata di Sumut. Mengingat, Danau Toba yang begitu luas, maka dipilih Parapat yang banyak dikunjungi wisatawan domestik hingga internasional.

“Parapat ini adalah tujuan wisata yang sangat bagus sekali dan sangat terkenal dengan Danau Toba-nya. Danau toba ini adalah danau terbesar di Asia. Sayang bila potensi wisata ini tidak didukung dengan sarana dan prasaran yang memadai seperti toilet,” ujar Saeful Hadi.

Saeful Hadi menambahkan, pembangunan toilet dan sarana pendukung lainnya sudah selesai dibangun dan diserahterimakan ke Camat Girsang Sipangan Bolon pada Kamis, 30 Juni 2016. “Semoga dengan bantuan kecil ini dapat berdampak besar bagi meningkatnya wisatawan di Danau Toba,” tutup Saeful.

Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengungkapkan pemerintah membuat Badan Otoritas yang memiliki wewenang khusus mengembangkan kawasan Danau Toba, sebagaimana ada di Pulau Bali. Konsep pengembangan kawasan Danau Toba. Pertama, pemerintah akan membersihkan Danau Toba, untuk selanjutnya dilakukan penanaman modal dan mengundang investor untuk membangun infrastruktur seperti jalan, listrik, serta internet.

Juga dibuka 10 tender hotel, 4 nasional, 2 BUMN, dan 4 asing. Model pengembangan kawasan ini seperti di Hongkong dan Singapura. Diperkirakan kebutuhan dana untuk pengembangan Danau Toba mencapai USD 500 juta. Di samping mengembangkan kawasan real estate di Danau Toba, “Pemerintah juga akan mengelola manajemen usaha kecil di kawasan Danau Toba,” tambahnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY