Dua Komunitas Gelar Charity Tour Walking Explore Little Arab di Jakarta

0
537
Rumah Raden Saleh di Cikini Jakarta (Foto: travel.kompas.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Komunitas berbasis community service berkolaborasi Jakarta Food Adventure menggelar Charity Tour Walking Explore Little Arab and the Taste of Middle East. Charity ini mengajak penikmat perjalanan kaki dengan menjelajahi sejarah budaya dan kuliner Arab di Jakarta, yang digelar Sabtu (18/6) malam.

Perjalanan kaki yang dimulai pukul 16.00 hingga malam hari, peserta diajak mengelilingi jalan Raden Saleh dan Cikini Raya, Jakarta Pusat. Kedua tempat ini terkenal sebagai lokasi berkumpulnya orang keturunan dan wisatawan Arab di Jakarta.

Penjelajahan dimulai dari sebuah makam megah seorang habib legendaris dari Cikini, Habib Cikini. Dilanjutkan mengunjungi masjid berusia ratusan tahun yang memiliki sejarah penting, Masjid Al Makmur. Masih di kawasan Cikini sempat mampir sederetan toko yang secara khusus menjual kayu-kayu wewangian Gaharu yang banyak dieskpor ke negara negara arab.

Nuansa Arab makin terasa kental dengan penjelajahan kuliner Timur Tengah. Ada tiga resto Arab yang sudah terkenal hingga ke negara Arab. Bahkan panganan Arab ala Street Food.

Berbagai kuliner Arab tersaji dengan sempurna. Ada menu utama Nasi Kebuli, Nasi Mandi, hingga aneka hidangan penutup seperti Bug Lava, Um Ali, yang dapat dicicipi dan sudah menyatu dengan lidah Indonesia.

Sebagai teman penghangat tubuh di malam hari, Anda akan mencoba kopi ala Arab. Kopi ini memiliki cita rasa yang unik dan tampilannya sama sekali tidak terlihat seperti kopi pada umumnya. Suasana Arab makin terasa dengan hiburan oleh musik Gambus Akustik. Tidak ketinggalan ada Henna Painting.

Adjie Hadipriawan, salah satu pendiri Jakarta Food Adventure menjelaskan kegiatan tour walking ini sudah ke-5 kalinya, diantaranya menjelajah kawasan Kota Tua beserta kuliner ala Noni Belanda, juga kawasan budaya dan kuliner India di Jakarta.

Selain itu, jelajah budaya dan kuliner Portugis di Kampung Tugu Jakarta. Juga, Mengeksplorasi berbagai peninggalan budaya Tionghoa di wilayah Glodok mulai dari Klenteng Dewi Kwan Im yang telah berusia 400 tahun, Gereja Katolik Santa Maria De Fatima yang memiliki arsitektur Cina yang unik, hingga Pasar Tradisional yang menjual berbagai kebutuhan khas orang orang Tionghoa termasuk kebutuhan Imlek.

“Kami mengenalkan Konsep Food Walking Tour dengan membawa peserta lebih dekat mengenal kekayaan budaya dan kuliner lokal. Kehidupan, budaya dan atmosfer objek yang dikunjungi juga akan terasa lebih nyata dengan berjalan kaki,” paparnya.

Diakuinya, paket wisata semacam ini sebenarnya umum dijumpai di kota besar dunia seperti Paris, London, hingga Kuala Lumpur. “Sayangnya konsep Food Walking Tour belum banyak dijumpai di Jakarta apalagi Indonesia,” lontarnya.

Ira Latief, juga pendiri komunitas Jakarta Food Adventure menambahkan Tur ini dipandu para Tour Guide profesional dan berlisensi, yang juga pecinta kuliner dari komunitas Jakarta Food Adventure.

Karenanya komunitas Jakarta Food Adventure hadir untuk menawarkan sesuatu yang baru kepada para wisatawan mancanegara juga wisatawan nusantara yang datang ke Jakarta, untuk mengenali kekayaan budaya, sejarah dan kuliner Jakarta sambil berjalan kaki.

Charity Walking Tour ini, lanjut dia, juga untuk misi sosial yaitu untuk ikut memajukan sektor perekonomian rakyat di bidang kuliner serta berbagi makanan untuk yang membutuhkan, apalagi bertepatan dengan bulan Ramadhan.

Sehingga, donasi yang terkumpul dari acara ini, disalurkan dalam bentuk makanan dan dibagikan kepada para gelandangan (homeless) dan orang orang jalanan. “Jadi kami ingin mengajak para peserta tur untuk tidak sekedar Jalan Jalan, Makan Makan, tetapi juga untuk berbagi makanan kepada mereka yang membutuhkan,” tambahnya. (*/redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY