Drumer Superman is Dead: Bali Bisa Hidup Tanpa Aussie

0
3718
Superman is Dead (kiri-kanan) Jerinx, Eka Rock dan Bobby Kool

JAKARTA, BISNISWISATA.CO.ID: Dunia pariwisata Bali akhir-akhir ini jadi bahan pergunjingan di media sosial, terkait rencana Pemerintah Indonesia mengeksekusi terpidana mati bandar narkoba asal Australia, Andrew Chan dan Myuran Syukumaran.

Tuntutan keringanan hukuman yang dilontar warga Australia, terus bergulir. Kampanye di dunia maya dengan hashtag #BoycottBali, juga mendesak agar warga Australia tidak lagi mengunjungi alias memboikot Bali. Kampanye itu mendapat berbagai macam respon. Ada yang mendukung, ada yang menolak.

Salah satu sikap penolakan diutarakan drumer grup band terkenal Indonesia asal Bali Superman is Dead (SID). Pemukul drum dengan nama I Gede Ari Astina alias Jerinx atau JRX menyatakan respon sebagian warga Australia yang memboikot Bali adalah sikap berlebihan.

Dalam halaman fanspage-nya, JRX menulis seperti dilansir BBC, Rabu (18/2/2015). “Okelah, kami masih bisa mengerti jika Aussie menuntut keringanan hukuman, tapi sampai mengancam utk boikot Bali? Mereka pikir Bali tidak bisa hidup tanpa Aussie? Idiot.”

Ditambahkan wisatawan mancanegara di Bali bukan cuma dari Australia. Masih banyak wisman lainnya seperti dari Jepang, Tiongkok, Rusia, AS, Inggris, Kanada, Selandia Baru, dan negara tetangga Asia lainnya berwisata ke Pulau Dewata.

JRX menyindir balik kampanye pemboikotan dengan menulis “Yg ada malah kebalikannya, Aussie yg tidak bisa hidup tanpa Bali. Mau kemana lagi mereka liburan murah/dekat dan disambut kehangatan khas masyarakat/budaya Bali? ****

LEAVE A REPLY