Dog….Dog….Dog, Batik Gedog pun Menggugah Dunia Fashion

0
267
Batik gedog (foto: http://www.eastjavatraveler.com)

SURABAYA, test.test.bisniswisata.co.id: Batik Indonesia memang luar biasa. Hampir setiap pelosok daerah memiliki batik yang berciri khas menurut daerah masing-masing. Umumnya hanya dibedakan corak atau motif, warna serta tehnik pewarnaan yang digunakan. Diantara sekian banyaknya motif, salah satunya Batik Gedog dari Tuban Jawa Timur.

“Perbedaan mendasar dari Batik Gedog dibanding batik lainnya terletak pada bahan kain tenun yang digunakan, terbuat dari kapas yang banyak ditanam di ladang sekitar lokasi pembuatan batik. Kapas yang sudah dipintal, kemudian ditenun menjadi kain menggunakan alat tenun tradisional yang mengeluarkan bunyi dog…dog…sehingga disebut kain Gedog,” papar Lintu Tulistyantoro dari pengurus Komunitas Batik Jawa Timur di Surabaya (KIBAS) di Surabaya, Jumat (07/10/2016).

Kain yang bertekstur kasar ini dibatik dengan pewarna alam dari tanaman sekitar yang disebut nilo (nila) atau indigo yaitu tanaman penghasil warna biru alami. Penggunaan bahan-bahan alami membuat Batik Gedog terlihat eksotis, sambungnya.

Menurutnya, Batik Gedog juga memiliki sebutan sesuai dengan fungsinya seperti batik Gedog ‘tapeh ’atau kain panjang, digunakan untuk ‘sayut’ atau gendongan, untuk menggendong bayi atau barang. Ada pula Serang Buwuhan, yaitu batik Gedog yang umumnya digunakan saat menghadiri acara atau hajatan keluarga.

“Fungsi batik Gedog lainnya yang masih dilakukan hingga kini adalah sebagai prasyarat ketika akan mendirikan pilar (soko guru) sebuah rumah dengan cara menggantungkan batik pada pilar. Juga motif Gringsing sering digunakan sebagai selimut, dipercaya dapat menyembuhkan orang sakit. Di satu daerah, kain Gringsing dapat digunakan secara bergilir dari satu keluarga ke keluarga lain saat ada anggota keluarga yang sakit ,” lontarnya.

Saat ini Batik Gedog yang banyak dihasilkan dari Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, masih digunakan sebagai alat tukar untuk mendapatkan barang lain. Sering pula menjadi barang yang dapat digadaikan penduduk desa yang membutuhkan uang. Batik Gedog juga dikategorikan sebagai barang pusaka dan merupakan kebanggaan keluarga yang memilikinya, karena menunjukkan status ekonomi keluarga tersebut.

Keunikan proses pembuatan serta teknik pewarnaan mendorong Komunitas Batik Jawa Timur di Surabaya (KIBAS) menghadirkan Batik Gedog dalam pameran bertajuk Another Side of Batik Gedog yang digelar pada 7-29 Oktober 2016 di Galeri Seni House of Sampoerna (HoS).

Pameran tersebut memajang 35 kain Batik Gedog dalam beragam motif seperti Likasan Kotong, Rengganis, Gringsing, Kijing Miring, Kasatrian, Kembang Waluh, Kembang Kluwih, Lok Can, Gunting, Ganggeng dan Owal Awil beserta penjelasan fungsi dan filosofinya yang masih kurang dikenal masyarakat.

“Karena itu, kami mengangkat batik gedog agar lebih dikenal di masyarakat Indonesia juga menggugah dunia fashion bahwa ada batik unik, menarik dan artistik yang perlu diangkat sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kecil yang tersebar di desa-desa wilayah Tuban,” sambungnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY