Doa Khusus Imam Mesjid Al-Aqsa Saat Demo Damai Aksi Bela Islam Di Indonesia

0
1569

Imam Mesjid Al-Aqsa, Syeikh Yusuf ( kanan) bersama Mochammad Fajar Sidik ( foto: dok. Fajar Akbar)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Aksi damai yang dilakukan umat Islam di Indonesia pada 4 November 2016 lalu masih menyisakan banyak cerita salah satunya adalah solidaritas Muslim di dunia atas dugaan penistaan agama lewat Surat Al-Maidah ayat 51 yang menggerakkan ratusan ribu umat Islam turun ke jalan.

Dalam konteks Al Maidah ayat 51, umat Islam di dunia punya pandangan yang sama bahwa seluruh ayat Quran adalah alat untuk kebenaran. Jika ada yang berucap surat itu adalah alat untuk berbohong, maka secara kajian ilmiah apa pun itu adalah bentuk penistaan berat.

Tak heran berita rencana demo besar-besaran usai sholat Jumat itu benar-benar memviral ke seluruh dunia. Itulah sebabnya jemaah umroh Indonesia yang melakukan kunjungan ke masjid Al-Aqsa di Yerussalem mendapat kejutan.

“ Tanggal 4 November lalu adalah hari kedua kami untuk sholat subuh berjamaah di Mesjid Al-Aqsa .Saya membawa jamaah Umrah+Al-Aqsa dari Khalista Tour Jakarta. Kami menjadi terharu karena Imam Mesjid Al-Aqsa, Syeikh Yusuf membaca doa qunut untuk mendoakan keamanan keselamatan dan kedamaian Muslimin Indonesia,” ujarnya hari ini ( 9/10).

Jamaah sholat subuh di Mesjid Al-Aqsa mendoakan Muslim Indonesia.
Jamaah sholat subuh di Mesjid Al-Aqsa mendoakan Muslim Indonesia.

Imam dengan khusuk memimpin doa bersama untuk aksi bela Islam di Indonesia yang diadakan hari itu. Aksi damai itu terbukti mendapat dukungan pula dari berbagai belahan dunia terutama para pelajar di Pakistan dan negara-negara lainnya.

Keutamaan dan manfaat doa Qunut sendiri cukup besar karena doa Qunut sendiri adalah doa memohon petunjuk kepada Allah agar mendapatkan ilmu bermanfaat serta amal Sholeh. Doa ini juga merupakan doa untuk memohon perlindungan dari berbagai macam penyakit (baik lahir maupun batin) yang dapat merusak manusia.

“ Mesjid Al-Aqsa adalah mesjid ketiga umat Islam, salah satu tempat suci yang sangat diinginkan dikunjungi dan untuk mendapatkan pengalaman sholat di sini. Oleh karena itu perasaan terharu mencuat begitu usai sholat baik Syeikh Yusuf dan jemaah lainnya menyambut kedatangan kami ikut sholat subuh bersama,” kata Moch. Fajar yang membawa rombongan jemaah umroh Kalista Tour itu.

Rupanya Imam dan jemaah lainnya sudah mendengar rencana demo damai aksi bela Islam, memperjuangkan agama Allah. Berita mereka dengar juga dari para sahabatnya di Indonesia. “Imam memandang Indonesia adalah negara sahabat yang sangat mereka sayangi karen kepedulian Muslim Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina dan tetap konsisten membantu rakyat Palestina,” ungkapnya.

Menurut Fajar Akbar, imam sangat berharap semakin banyak muslim Indonesia yg mengunjungi Palestina. “masjid Al-Aqsa bukan milik muslim Palestina saja tetapi milik semua Muslim,” kata Moch. Fajar Akbar mengutip pernyataan Imam Mesjid Al-Aqsa itu.

Syeikh Yusuf ( tengah) bersama peserta Umroh Kalista Tour
Syeikh Yusuf ( tengah) bersama peserta Umroh Kalista Tour

Setelah itu Syeikh Yusuf mengantar rombongan Kalista Tour untuk keliling mesjid bersejarah ini sambil berdiskusi. Intinya solidaritas Muslim yang dilakukan oleh Muslim internasional seperti yang dilakukannya adalah sangat mendukung penegakan hukum bagi penistaan Alquran.

Masjid Al-Aqsa yang artinya mesjid terjauh adalah salah satu tempat suci agama Islam yang menjadi bagian dari kompleks bangunan suci di Kota Lama Yerusalem Timur. Kompleks tempat masjid ini di dalamnya juga termasuk Kubah Batu dikenal oleh umat Islam dengan sebutan Al-Haram Asy-Syarif atau “tanah suci yang mulia”.

Tempat ini oleh umat Yahudi dan Kristen dikenal pula dengan sebutan Bait Suci atau dalam bahasa Inggris: Temple Mount, suatu tempat paling suci dalam agama Yahudi yang umumnya dipercaya merupakan tempat Bait Pertama dan Bait Kedua dahulu pernah berdiri.

Masjid Al-Aqsa secara luas dianggap sebagai tempat suci ketiga oleh umat Islam. Muslim percaya bahwa Muhammad diangkat ke Sidratul Muntaha dari tempat ini setelah sebelumnya dibawa dari Masjid Al-Haram di Mekkah ke Al-Aqsa dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.

Kitab-kitab hadist menjelaskan bahwa Muhammad mengajarkan umat Islam berkiblat ke arah Masjid Al-Aqsa (Baitul Maqdis) hingga 17 bulan setelah hijrah ke Madinah. Setelah itu kiblat shalat adalah Ka’bah di dalam Masjidil Haram, Mekkah, hingga sekarang.

Mochammad Fajar Akbar yang bersama rombongan kini telah meneruskan perjalanan dan berada di Jordania mengatakan dari interaksi dengan jemaah mesjid dan bertemu dengan umat Muslim lainnya memberikannya keyakinan aksi damai 4 November lalu memberikan citra tersendiri bagi Muslim dunia.

“Insya Allah dampak pisitifnya akan mendatangkan Muslim Traveller dunia untuk datang ke Indonesia untuk berwisata maupun melihat langsung perkembangan Islam di tanah air” tandasnya. ( Hilda Ansariah Sabri).

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.