Diusulkan, Anak Krakatau dari Cagar Alam Jadi Taman Wisata

0
1345
Anak Krakatau

KALIANADA, test.test.bisniswisata.co.id: Agar wisatawan leluasa mengunjunginya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung akan mengusulkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengubah status sebagian cagar alam Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda menjadi taman wisata.

“Usulannya segera kami kirimkan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ibu Siti Nurbaya untuk mengubah fungsi sebagian kawasan cagar alam laut gugus Gunung Anak Krakatau tersebut,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Lampung Selatan (Lamsel) Priyanto Putro, di Kalianda, Selasa.

Menurutnya, kawasan cagar alam laut GAK memiliki potensi dan daya tarik wisata yang besar. Seperti Pulau Sertung mememiliki potensi air lautnya yang bersih dan tempat berkembang biak penyu langka. Lalu, Pulau Rakata terdapat terumbu karang, goa bawah laut, serta di Pulau Panjang terdapat goa peninggalan Jepang.

“Kami akan meninjau lokasi kawasan cagar alam laut gugusan Anak Krakatau untuk didata sekaligus menentukan titik koordinat lokasi yang akan menjadi objek wisata tersebut,” paparnya seperti dikutip laman SHNews.co, Rabu (10/12/2014).

Berdasarkan SK Menteri Kehutanan No 85/Kpts-II/1990 tanggal 26 Februari 1990, Kepulauan Krakatau ditetapkan sebagai Cagar Alam Laut Kepulauan Krakatau dengan luas 13.735,1 ha (11.200 laut dan 2.535,1 ha darat) yang dikelola BKSDA II Tanjungkarang.

Sebelumnya sejak tahun 1919, Pulau Sertung, Krakatau Besar dan Krakatau Kecil juga sudah ditetapkan sebagai cagar alam berdasarkan SK Gubernur Jenderal Belanda No. 83 Stbl 392 tanggal 11 Juli 1919 Jo No 7 Stbl 392 tanggal 5 Januari 1925.

Secara geografis cagar alam laut ini terletak antara 105 derajat 20’15” sampai 105 derajat 28”22” bujur timur dan 06 derajat 03’25” hingga 06 derajat 10’43” lintang selatan. Secara administratif, cagar alam ini masuk ke dalam Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Di Pulau Sertung banyak tumbuh jenis kayu kilangir (Chriscocheton mierecorpus), ketapang (Terminalia catapra), mara (Macaranga fanarius), cemara (Casuarina aquisetifolia), melinjo (Gnetum gnemon) dan dadap (Ficus ampelas).

Di Pulau Krakatau Besar terdapat kilangir, cemara, dadap, ketapang, waru,mara, bisoro (Ficus hispida), dan cangkudu (Morindo catrifalia). Sementara di Krakatau Kecil ditumbuhi kilangir, waru, dadap, dan mara.

Selain flora, fauna juga banyak mendiami cagar alam ini. Di Palau Sertung misalnya, ditemukan biawak (Varanus sp), burung troco (Plegadis facinellus), tikus (Rattus rattus), burung raja udang (Halcyon funebris) burung kacer (Copsychus sp), burung podang (Oriolus chinearis), wili-wili (Esacus magnirostris), ular sanca (Phyton sp), ular dahan (Phyton sp), penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dan penyu hujan. ***

LEAVE A REPLY