Ditemukan Tewas, Turis Jerman Hilang Saat Mendaki Gunung Sibanyak

0
228
Tim SAR temukan jasad Turis Jerman (foto: Pojoksatu.com)

SIBOLANGIT, Bisniswisata.co.id: Wolter Klaus (49), wisatawan asal Jerman yang dinyatakan hilang saat mendaki Gunung Sibanyak di Karo, Sumatera Utara (Sumut) sejak Kamis (22/6/2017) akhirnya ditemukan tewas di wilayah air terjun Dua Warna, Sibolangit, Deli Serdang Sumut, Jumat (30/06/2017).

Wisatawan malang itu, ditemukan mahasiswa Methodist yang berkemah di Air Terjun Dua Warna Sibolangit, Karo dalam kondisi tanpa busanan, terhimpit batu, terendam air dan sudah tak bernyawa. Juga tak ada barang-barang miliknya ditemukan di dekatnya. Temuan itu dilaporkan aparat setempat. Lokasi temuan berada 20 kilometer dari tempat terakhir Klaus dinyatakan hilang.

Setelah berhasil dievakuasi dari air terjun Dua Warna, Sibolangit, jenazah pelancong asing langsung dikirim ke RS Bhayangkara Medan, dan akan diautopsi Sabtu (01/07/2017) untuk memastikan jenazah itu Walter Klaus. Meski pihak keluarga sudah memastikan bahwa mayat itu adalah walter.

Setiba di RS Bhayangkara Medan, jasad Klaus Wolter langsung dimasukkan ke ruang jenazah. Tidak ada satu pun dari pihak keluarga yang bersedia memberi keterangan terkait penemuan jenazah anggota keluarga mereka.

Kepala Kantor SAR Medan Budiawan memastikan bahwa jenazah tersebut benar merupakan Klaus Wolter yang hilang Kamis (21/6) lalu.”Setelah berhasil dievakuasi ke posko Bumi perkemahan Sibolangit, tim gabungan dibantu keluarga korban melihat langsung jenazah dan menyatakan bahwa jenazah tersebut benar jenazah Klaus Wolter,” kata Budiawan Sabtu (01/07/2017).

Saat melakukan evakuasi, lanjut dia, tim gabungan sempat mengalami kendala akibat lokasi yang susah dilewati. Namun, berkat kerja sama tim gabungan, jenazah Klaus Wolter akhirnya berhasil diangkat ke atas. “Kurang lebih tujuh jam tim gabungan berhasil mengevakuasi jenazah tersebut yang kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan,” paparnya.

Adi Pandawa, salah seorang anggota tim gabungan dari SAR Medan menilai korban mengikuti jalur Yamada atau Pintau lalu Kesasar. Karena jalur datang dan pulang Sibayak, cuma satu. “Mungkin lantaran keterangan awal ada kabut, bisa jadi dia salah arah. Jatuh di sekitar Pintau lalu hanyut sampai air terjun,” komentarnya.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengatakan, jenazah Klaus Wolter tiba di pintu masuk air terjun Dua Warna sekitar pukul 15.20 WIB. Jenazah tersebut pun langsung diperlihatkan kepada pihak keluarga.

“Kepastian identitas yang bersangkutan setelah pihak keluarga, yakni Hezel Wolter (istri), Peter Wolter (adik) dan Winfried Wolter (ayah) yang hadir di lokasi evakuasi melihat dan mengenali langsung jenazah tersebut,” kata Rina.

Seperti diberitakan sebelumnya, Klaus dikabarkan hilang oleh pihak hotel Sibayak ke polisi Sektor Berastagi, Kabupaten Karo. Klaus tidak kembali ke kamar nomor 120 yang disewanya sejak Rabu (21/6/2017). Resepsionis Hotel, Johanes Tarigan mengatakan Klaus check in sekitar pukul 14.00 WIB Setelah itu, dia sempat, mengatakan akan mendaki Gunung Sibayak.

Saat dilakukan pengecekan di pos redistribusi pendakian Gunung Sibayak di desa Jaranguda Kecamatan Merdeka, nama Klaus terdaftar di buku registrasi pendakian. Klaus masuk pada Rabu pukul 14.45 WIB. Kamis sekitar pukul 15.00 WIB. pihak hotel menelepon ke kamar Klaus apakah akan check out atau memeperpanjang kamarnya.

Namun tidak ada jawaban dari kamar itu. Ketika di periksa, hanya ditemukan barang-barangnya saja. Hari itu juga, sempat dilakukan pencarian di seputaran kaki gunung berapi aktif setinggi 2.094 meter dpl. Sayang, kondisi cuacu tidak memungkinkan, hingga pencarian dihentikan. Keesok harinya, tim SAR gabungan turun melakukan operasi pencarian namun tak ditemukan keberadaannya. (*/BBS)

LEAVE A REPLY