Disbudpar Sleman Gelar Lomba Mendongeng Bahasa Jawa

0
462
Kak seto mendonggeng di depan anak-anak - Ilustrasi (Foto: republika.co.id)

SLEMAN, test.test.bisniswisata.co.id: Mendongeng kini menjadi langka. Semakin ditinggalkan akibat era moderinasi dan digitalisasi yang semakin merebak cepat. Tak ingin menjadi sebuah kenangan belaka, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman menggelar Lomba Mendongeng Bahasa Jawa.

“Pesertanya khusus guru PAUD/TK/SD/MI dan siswa SD/MI, yang akan digelar Sabtu-Minggu 29-30 Oktober 2016 di Museum Gunungapi Merapi (MGM) Jl. Boyong Pakem Sleman Yogyakarta,” papar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi, dalam keterangan tertulis, Sabtu (08/10/2016).

Lomba Mendongeng Bahasa Jawa ini, sambung Ayu, sebagai salah satu wahana melestarikan dan menumbuhkembangkan kembali Bahasa dan Sastra Jawa yang pada saat ini dirasa kurang diminati dan kurang diperhatikan.

Padahal Bahasa dan Sastra Jawa memiliki peran yang penting untuk menginternalisasikan pola sikap, pola perilaku dan nilai-nilai budaya “ketimuran” yang mengedepankan pada sikap sopan santun dan unggah ungguh yang bermartabat.

Diharapkan melalui Lomba Mendongeng Bahasa Jawa kedepan masyarakat dan kalangan pendidikan dasar dapat lebih memiliki sikap “handarbeni” terhadap kekayaan yang tak ternilai harganya, untuk kemudian meningkatkan kesadaran dalam melestarikan dan memanfaatkan Bahasa Jawa dalam pergaulan sehari-hari.

Diharapkan pula mendongeng bahasa Jawa tidak hanya sebatas dilaksanakan untuk mengikuti lomba semata akan tetapi budaya mendongeng lebih dapat menjadi kebiasaan dalam tataran keluarga untuk memberikan keteladanan kepada anak-anak.

Bahkan diera sekarang ini pembelajaran bahasa dan budaya Jawa dapat dikembangkan melalui sarana tehnologi informasi sehingga lebih mudah untuk mendekatkan kepada komunitas anak dan siswa khususnya siswa SD/MI.
Sehingga hal-hal tersebut akan turut memberikan kontribusi nyata untuk merealisasikan dan memperkuat keistimewaan DIY.

Pendaftaran peserta hingga 21 Oktober 2016 di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman. Lomba akan dilaksanakan pada Sabtu 29 Oktober 2016 jam 09.00 WIB untuk kategori siswa SD/MI dan Minggu 30 Oktober 2016 Jam 09.00 WIB untuk kategori Guru PAUD/TK/SD/MI di Jogja Bay Waterpark Depok Sleman.

Ketentuan lomba kategori siswa SD/MI: peserta merupakan pelajar SD/MI se-Kabupaten Sleman, setiap sekolah hanya mengirimkan maksimal 2 orang peserta dengan 1 guru pendamping, materi dongeng bebas dengan tema binatang (fabel), naskah dikumpulkan saat mendaftar atau dapat dikirim via email ke disbudparsleman@gmail.com, durasi mendongeng selama 10 menit.

Sedangkan untuk kategori guru PAUD/TK/SD/MI dengan ketentuan berasal dari guru PAUD/TK/SD/MI di Kabupaten Sleman, setiap sekolah hanya boleh mengirimkan 1 (satu) orang peserta, tiap peserta menyerahkan 1 (satu) karya dongeng dengan tema “Upacara Adat dan Tradisi Budaya di Kabupaten Sleman”.

Naskah merupakan karya sendiri (asli) yang belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain, naskah tidak mengandung unsur SARA, naskah diserahkan kepada panitia saat pendaftaran atau dikirim via email ke disbudparsleman@gmail.com.

“Naskah yang dilombakan menjadi milik panitia dan panitia berhak mempublikasikan kedalam bentuk apapun sesuai dengan program pendidikan dan kebudayaan, alokasi waktu mendongeng 10 menit,” jelasnya.

Aspek yang dinilai kedua kategori meliputi penampilan, kesesuaian tema, ide/gagasan, teknik mendongeng dan kreativitas. Hadiah diberikan kepada 5 pemenang dimasing-masing kategori berupa tropy, sertifikat dan uang pembinaan. Untuk Juara I memperoleh Rp.1.500.000,-, Juara II Rp.1.250.000,-, Juara III Rp.1.000.000,-, Juara Harapan I Rp.750.000,- dan Juara Harapan II Rp.500.000,- berminat? (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY