Direktur Golden Boutique Hotel Diperiksa KPK

0
2596

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Rachmat Arifin alias Li Su, Direktur Golden Boutique Hotel di Jalan Angkasa, No. 1, Gunung Sahari Utara, Jakarta, kembali diagendakan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (8/12/2014). Li Su akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan ‎suap rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor untuk Bos PT Sentul City, Kwee Cahyadi Kumala alias Swee Teng.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka KCK,” ucap Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi.

Selain Li Su, penyidik KPK juga memanggil saksi lainnya yakni I Putu Aryadnyana selaku pegawai bagian gudang Golden Boutique Hotel. Putu juga akan diperiksa sebagai saksi Cahyadi.

Li Su dan Putu sebelumnya telah diagendakan diperiksa tim penyidik KPK pada Selasa (2/12/1/2014) lalu. Li Su dan Putu dipanggil lantaran diduga mengetahui kasus yang menjerat bos PT. Sentul City tersebut sebagai pesakitan.

Dalam kasus dugaan ‎suap rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor, Cahyadi disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Cahyadi diduga bersama-sama dengan perwakilan PT Bukit Jonggol Asri Yohan Yap memberi atau menjanjikan sesuatu kepada penyelenggara negara terkait pemberian rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor.

Dalam surat dakwaan terdakwa Fransiscus Xaverius Yohan Yap, Cahyadi disebut sebagai orang yang menjanjikan uang Rp 5 miliar untuk Bupati Bogor Rachmat Yasin. Robin diduga sebagai penghubung pemberian uang tunai ke Yohan Yap yang selanjutnya diserahkan ke Rachmat Yasin.

Penyidik juga memperoleh informasi bahwa Cahyadi berupaya untuk menghilangkan barang bukti dan mempengaruhi saksi-saksi dalam kaitan penanganan perkara tukar menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor. Atas dugaan itu, Cahyadi disangka melanggar Pasal 21 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY