Diprotes, Pembangunan Pariwisata NTB Kok Cuma Lombok

0
570
Wisatawan asing di Gili Trawangan Lombok NTB (Foto: Antara)

MATARAM, bisniswisata.co.id: Selama ini, banyak yang mengenal Nusa Tenggara Barat (NTB) hanya Lombok atau Gili. Namun, di sana juga tersebar berbagai kawasan wisata menarik lainnya, seperti Mataram, Bima, Dompu, dan Sumbawa. Sayangnya, belum banyak akses dan fasilitas wisata yang ada di sejumlah kawasan tersebut.

Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin mengaku banyak menerima protes dari masyarakat terkait minimnya layanan wisata di Sumbawa. “Kami banyak terima protes, kenapa pembangunan pariwisata hanya di Lombok,” kata Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin dalam Rapat Kerja Pariwisata NTB, di Mataram, seperti yang dilansir laman Antara, Selasa (24/01/2017).

Persoalan ini, sambung Wagub, erat kaitannya dengan investor, baik di bidang hotel dan restoran. Mengingat, hingga saat ini mereka belum berminat melakukan investasi di NTB. Memang, persoalan investasi erat kaitannya dengan kesiapan akses listrik, air bersih dan infrastruktur transportasi. Karenanya tahun 2017, NTB memprioritaskan pembangunan demi mengundang investor untuk mengembangkan pariwisata di Sumbawa. “Hal tersebut harus diprioritaskan dan didukung oleh kebijakan serta anggaran yang tepat,” ujar Amin.

Selain investasi, konektifitas penerbangan menuju Sumbawa juga masih sangat sedikit. Padahal, industri pariwisata tidak terlepas dari aksebilitas penerbangan, sehingga dapat membantu jumlah kunjungan wisatawan, khususnya dari mancanegara. “Kami berharap bandara, khususnya Bandara Bima, bisa diperluas, sehingga semakin banyak maskapai yang mendarat di Sumbawa,” kata Amin.

Ada banyak objek wisata yang bisa didatangi di Sumbawa, mulai dari wisata perairan sampai sejarah. Bagi yang gemar berenang atau menyelam, bisa mendatangi Pantai Kencana, Pulau Moyo dan Pantai Sili dan Maci. Di Pantai Sili dan Maci, wisatawan bisa melakukan olah raga selancar karena ombaknya bergulung dengan rapat. Bagi yang suka berpetualang di alam bebas bisa menginjakkan kaki di Kenawa, Gunung Tambora, dan Desa Mantar.

Di Kenawa, wisatawan bisa merasakan sensasi berlarian di padang rumput luas yang sangat sepi. Sementara di Desa Mantar, wisatawan bisa mendapat pemandangan awan berarak yang melewati ketinggian desa. Sedangkan yang lebih suka menikmati kisah sejarah dan cerita unik, bisa mendatangi Istana Tua Dalam Loka dan Pulau Bungin.

Di Pulau Bungin, wisatawan bisa merasakan langsung hidup di pulau dengan populasi terbanyak di dunia. Pulau Bungin memiliki luas 8,5 hektar dan ditinggali oleh 3.400 jiwa. Saking padatnya, konon katanya nyaris tak ada pohon dan rumput di sana. (*/ANO)

LEAVE A REPLY