Diplomasi Bakul Ayam Kesrut Osing

0
51

BANYUWANGI, bisniswisata.co.id,- DESTINASI sejuta festival, akhir pekan ini menggelar ajang diplomasi kuliner sebagai upaya menarik wisatawan berlibur di Banyuwangi. Daerah yang dikenal dengan legenda Sri Tanjung dan wanginya bunga Tanjung, mengangkat olahan dapur masyarakat asli Banyuwangi – warga Osing— yaitu ayam Kesrut pada Festival Banyuwangi Kuliner (Bakul) yang digelar di Taman Blambangan 12 s.d 15 April 2018.

Hadir chef nasional Farah Quinn yang dengan lincah menampilkan keterampilannya mengolah ayam menjadi sajian ayam Kesrut dihadapan peserta lomba. Ayam Kesrut adalah olahan daging ayam muda berkuah segar. Rasa gurih kaldu ayam berpadu dengan rasa pedas dan asamnya belimbing wuluh, membuat makanan ini terasa nikmat. Dihidangkan panas-panas bersama nasi dan tempe tebal digoreng kering.

“Festival Bakul menjadi salah satu cara kami untuk mempromosikan kuliner lokal agar semakin dikenal khalayak luas. Lewat festival ini, kami ingin kuliner ayam Kesrut jadi primadona baru kuliner lokal, menu utama penjual kuliner dan mampu menarik minat  wisatawan,” papar  Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Selain kegiatan lomba memasak ayam Kesrut, Festival Bakul diramaikan para pedagang berbagai makanan tradisional Banyuwangi. Ada rujak soto, sego tempong, nasi cawuk, dan pecel pitik. Makin meriah dengan kehadiran Banyuwangi Art Week, ajang pameran produk- produk unggulan UKM Banyuwangi.

Diplomasi Food and Fashion

Perpaduan ajang Banyuwangi Art Week dan Festival Bakul, adalah bagian diplomasi pariwisata Banyuwangi untuk mengundang kedatangan banyak orang, terlebih akhir pekan ini masuk kategori long weekend.  “Food and fashion cara diplomasi pariwisata yang jangkauannya tanpa batas. Ini melengkapi kekuatan pariwisata kami yang terkenal dengan destinasi alamnya. Cara ini terbukti ampuh mendongkrak kunjungan wisatawan kami,” ujarnya.

Beragam makanan khas Banyuwangi bisa dinikmati di sekitar Taman Blambangan. Habiskan akhir pekan ini di Festival Bakul dan Banyuwangi Art Week, untuk mengenali, menikmati makanan khas Banyuwangi. Wisatawan juga bisa mengintip produk kerajinan unggulan Banyuwangi, imbuh Bupati Anas.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)  Banyuwangi, R. Alief Kartiono menyatakan, sebanyak 200 peserta ambil bagian dalam lomba Festival Bakul 2018. Mulai koki hotel berbintang, penjual makanan tradisional, hingga ibu rumah tangga berlomba menyajikan ayam Kesrut terlezat.  Olahan  peserta dinilai cita rasa, kreativitas dan higienitasnya. */redaksi@bisniswisata.co.id

LEAVE A REPLY