Dihentikan, Pencarian Turis Swiss Hilang di Semeru

0
625
Tiga turis tersesat

LUMAJANG, test.test.bisniswisata.co.id: Nasib Lionel Du Creaux, wisatawan pendaki asal Swiss yang hilang di Gunung Semeru Lumajang Jawa Timur, masih misterius. Pencarian Tim SAR sudah memasuki hari ke-30, namun tak ditemukan jejak dan sosok turis berusia 26 tahun.

Segala upaya sudah dilakukan mengerahkan Tim SAR, pendaki kawakan bahkan mengoperasikan drone agar mampu menjangkau celah-celah sempit medan pegunungan. Bahkan mengerahkan tenaga supranatural agar bisa menembus celah-celah tersulit. Dengan kata lain mungkin sang turis keberadaannya ditutupi dunia gaib. Hasil tetap nihil.

Kepala Seksi pada Bidang Pengelolaan Wilayah II Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS) Kabupaten Lumajang, Budi Mulyanto memutuskan pencarian Lionel dihentikan. “Nanti dilanjutkan kembali setelah lebaran,” kata Budi, Sabtu (02/07/2016).

Budi mengatakan pencarian terhadap Lionel itu melibatkan petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Basarnas, dan relawan. Awalnya pencarian dilakukan selama 7 hari kemudian diperpanjang 3 hari. Bahkan tim mendatangkan pesawat tanpa awak (drone) guna mendukung pencarian. Namun hasilnya tetap nihil.

Pada 19 Juni 2016, tim pencari menyatakan operasi pencarian dihentikan. Namun atas permintaan keluarga Lionel, pencarian dilanjutkan hingga 26 Juni 2016. Upaya ini juga belum membuahkan hasil. “Keluarga Lionel juga merasakan sendiri bagaimana susahnya melakukan pencarian,” kata Budi seperti dilansir laman Tempo.co

Keluarga Lionel masih memiliki harapan besar untuk menemukan pendaki asal Swiss itu. Bahkan mereka mendengarkan informasi yang diperoleh dari ahli spiritual. Mereka juga setuju untuk melanjutkan pencarian setelah Lebaran.

Lionel Du Creaux mendaki Semeru bersama rekan wanitanya, Alice Guignard, dan berangkat dari Malang, dan masuk ke Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang pada 3 Juni 20 16 sekitar pukul 07.00 WIB. Keduanya langsung menuju lokasi pendakian tanpa ada pemberitahuan atau melapor ke pos.

Pada pukul 10.22 WIB sampai di Ranu Kumbolo dan melanjutkan perjalanan ke Kalimati. Tiba di Kalimati sekitar pukul 11.55 WIB Selanjutnya mereka mendaki ke puncak dan sampai di daerah Watu Gede sekitar pukul 14.01 WIB. Pada pukul 17.47 WIB, Alice tidak melanjutkan perjalanan ke puncak karena tidak kuat dan memutuskan kembali ke Kalimati. Sedangkan Lionel tetap melanjutkan ke puncak.

Karena tidak tahu jalan Alice tersesat tidak melalui jalur sebelumnya. Dia malah menuju punggungan bukit arah ke kiri arah Arcopodo. Di lokasi Alice bertahan dan menunggu selama dua hari dua malam. Pada Senin, 6 Juni 2016, Alice ditemukan Heri Sumantri, dari Tim Haspala Malang yang sedang memandu tamu. Alice ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB setelah teriakannya minta tolong dan kebetulan didengar Heri.

Selanjutnya Alice di bawa turun dan pada Selasa sore, 7 Juni 2016, Alice melaporkan secara resmi kronologi hilangnya survivor kepada petugas di Resort Ranu Pani. (*/TMP)

LEAVE A REPLY