Dihantam Ombak, Jalur Joging Geopark Ciletuh Rusak

0
44
Geopark Ciletuh Sukabumi (Foto: .tripcanvas.co)

SUKABUMI, Bisniswisata.co.id: Gelombang pasang dengan ombak yang tinggi dan kencang merusak jalur joging senilai miliaran rupiah di sekitar objek wisata Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu tepatnya di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Pascabencana gelombang pasang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini, kami melakukan pemeriksaan di sekitar objek wisata Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu (GNCP), ternyata jalur untuk joging wisata sepanjang sekitar satu kilometer hancur,” kata Seketaris Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Yudi Panca Yoga di Sukabumi, Senin (04/12/2017).

Trek joging dibangun sebagai salah satu sarana untuk wisatawan yang ingin menikmati pemandangan laut Palabuhanratu sambil berolah raga. Akibat rusaknya fasilitas untuk wisatawan itu, Pemkab Sukabumi harus kembali mengeluarkan biaya yang besar untuk melakukan perbaikan. Apalagi, lokasi bencana itu berada di tepat di objek wiata geopark yang tengah dalam penilaian pihak UNESCO.

Tapi, bencana gelombang pasang itu di luar kehendak manusia dan diharapkan tidak mengganggu upaya Pemkab Sukabumi untuk mendorong agar GNCP ditetapkan menjadi Geopark Dunia atau Global Geopark pada 2018 mendatang. “Untuk perbaikannya memang membutuhkan waktu yang cukup lama, tetapi kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait agar perbaikan bisa dilakukan secepatnya,” tambahnya.

Yudi mengatakan pascagelombang pasang yang memporakporandakan beberapa rumah, warung dan fasilitas lainnya di sekitar pesisir, pihaknya masih terus melakukan pendataan sarana dan prasarana objek wisata yang rusak.

“Memang ada beberapa fasilitas yang rusak, tetapi dalam waktu dekat akan kami perbaikan untuk kondisi yang status kerusakannya ringan. Untuk berat dan membutuhkan biaya besar akan dibahas dahulu ditingkat dinas dan Pemkab Sukabumi,” katanya.

Kawasan wisata Geopark atau taman alam batuan tua di Ciletuh Kabupaten Sukabumi dikukuhkan menjadi Geopark Nasional. Pemerintah Provinsi Jawa Barat rencana mengajukan sebagai Global Geopark atau Geopark Internasional ke UNESCO tahun 2017.

Geopark atau wisata taman alam batuan tua Ciletuh ini mendapatkan sertifikat sebagai Geopark Nasional dari Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO dan Kementerian ESDM karena telah memenuhi sejumlah persyaratan untuk sebuah taman bumi atau geopark. Ciletuh memenuhi syarat disebut sebagai geopark, karena memiliki keragaman fenomena geologi, memiliki keragaman biologi, dan memiliki keragaman budaya.

Jika kawasan Geopark Nasional Ciletuh sudah diakui dunia pada 2017, Geopark ini bisa menjadi taman rekreasi dan penelitian, sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat. Juga merupakan kawasan wisata alam yang sarat dengan pemandangan yang indah.

Selain dikelilingi dengan perbukitan yang hijau, kawasan geopark ini juga memiliki air terjun di antara tebing bebatuan. Batuan alam yang terdapat di geopark ini merupakan hasil sedimentasi berbagai fosil, patahan, dan lempengan bumi puluhan juta tahun silam. (RLS)

LEAVE A REPLY