Dibekuk, Wisatawan Belanda Edarkan Ganja Cair di Bali

0
48
Ganja cair dimasukkan vape

DENPASAR, Bisniswisata.co.id: Max wisatawan asal Belanda dibekuk Tim Gabungan Reserse Narkoba Bareskrim Polri dan Polda Bali. Lelaki berusia 37 tahun ditangkap lantaran menjalankan bisnis ilegal narkoba jenis ganja cair di Pulau Dewata. Ganja cair atau liquid ini didatangkan dari negara asalnya, kemudian diedarkan bagi pelancong mancanegara yang melancong di Bali.

Max dibekuk di sebuah vila di kawasan Batubelig Cangguh, Kuta Utara, Kabupaten Badung, yang disewanya, Jumat (27/10/2017) sekitar pukul 00.30 WITA. Sengaja sewa Vila agar tidak ketahuan dalam menjalankan bisnis ilegalnya.

Dari tangan Max, diamankan sebanyak 2 kilogram ganja cair. Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Bali AKBP Sudjarwoko membenarkan pihak Mabes Polri bersama anggotanya menangkap pria yang diduga pengedar ganja cair asal Belanda itu. “Ya benar. Tapi itu buruan Mabes Polri. Kita hanya bantu saja. Tersangka sudah langsung dibawa ke Mabes Polri,” papar AKBP Sudjarwoko, Ahad (29/10/2017).

Setelah penangkapan, Max dititipkan di Polda Bali dan tidak ada pemeriksaan. Tersangka kemudian diboyong ke Mabes Polri untuk penyidikan lebih lanjut. “Ada 7 anggota dari Mabes yang kawal,” sambungnya,

Penangkapan tersangka Max, berawal dari kecurigaan petugas kepolisian, yang menemukan indikasi adanya narkoba jenis ganja cair yang masuk ke Bali. Berbekal kecurigaan itulah petugas Mabes Polri turun tangan melakukan penyelidikan. Setelah melakukan penelusuran dengan pengguna ganja di Bali, memang ditemukan peredaran ganja cair yang dimasukkan dalam Vape.

Hasil penyelidikan, ganja cair masuk melalui Jakara kemudian dikirim ke Bali melalui jasa pengiriman dengan alamat tertentu di Bali, sebelum ke tangan Max selaku penerima paket ganja cair. Ada kecurian polisi bahwa paket itu sengaja dikirim tengah malam, hal ini sesuai dengan permintaan penerima. Alasanya, pagi hari sibuk ngurusi bisnisnya sehingga hanya bisa menerima pada tengah malam.

Jumat tengah malam, apket dikirim dan saat Max hendak menerima kiriman langsung dibekuk petugas dan dilanjutkan dengan penggeledahan. Saat penggeledahan tersebut, petugas menemukan ganja cair yang dibungkus secara terpisah di dalam dus dengan total berat 2 kilogram. “Dia ini bisa disebut bandar sekaligus dan pengendali,” sambungnya.

Menurut informasi, Max datang ke Bali untuk berwisata sejak dua tahun lalu. Tak ada aktifitas bisnis di Bali hingga terakhir ketangkap sebagai pengedar ganja cair. Di Bali, harga ganja cair dijual mulai Rp 300.000 hingga Rp1 juta, hal itu tergantung dari volume takaran yang diminati konsumen.

Selama ini, peredaran ganja cair dijalani secara tersembunyi bahkan melalui kaki tangan yang dipercaya oleh Max. Kemudian dipasarkan di tempat hiburan malam di Bali dan tempat wisata yang kerap dikunjungi wisatawan asing. Umumnya ganja cair ini dimasukkan dalam vape kemudian dihisap layaknya seperti merokok. (*/NDIK)

LEAVE A REPLY