Diaspora Dan Mahasiswa Indonesia Di Turki Ikuti Training ESQ Character Building

0
123

William Satriaputra menyematkan pin dan menyerahkan sertifikat untuk Konjen RI di Istanbul, Herry Sudrajat ( Kanan) 

ISTANBUL, bisniswisata.co.id:Untuk pertama kalinya  training ESQ dilaksanakan di Istanbul, Turki diikuti masyarakat Indonesia terutama para mahasiswa dan mahasiswi yang tengah menimba ilmu di negri itu, kata William Satriaputra, Ketua FKA ESQ 165 wilayah Europe,  Middle East and Africa ( EMEA), hari ini.

“Training pertama di Turki ini yaitu ESQ Character Building 1 berlangsung akhir pekan lalu ( 24-25 Febuari 2018) di ruang serbaguna KJRI di Istanbul dengan diikuti 54 peserta di pimpin dua trainer dari ESQ Leadearship Center masing-masing Agus Wiyono dan Trie Setiatmoko,” tambahnya.

Pembukaan training dilakukan oleh Herry Sudrajat, Konjen RI di Istanbul yang memfasilitasi training. Konsulat Jendral RI di Istanbul yang membawahi 9 wilayah kerja termasuk mengayomi organisasi Persatuan Pelajar Indonesia ( PPI). Para peserta training 85% mahasiswa dan mahasiswi selebihnya masyarakat Indonesia yang tinggal di Turki.

Sebagai Ketua Forum Komunikasi Alumni ( FKA) wilayah Eropa, Timur Tengah dan Afrika,  William sebelumnya telah menyelenggarakan training angkatan 14 di Madrid,  Spanyol dan angkatan  15 di Rabat,  Maroko tiga tahun lalu. Untuk wilayah EMEA maka training kali ini adalah angkatan ke 16.

              Suasana training dengan yel-yel penyemangat
Para Assistant Training Support ( ATS) yang datang dari Jerman, Belanda dan Indonesia foto bersama usai dua hari training ESQ Turki

“Training-training yang dilaksanakan di Spanyol   juga terinspirasi oleh Thoriq bin Ziyad, seorang jendral dari dinasti Umayyah yang memimpin penaklukan muslim atas wilayah Al-Andalus (Spanyol, Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya) pada tahun 711 M,” jelas William Satriaputra.

Pihaknya berharap para peserta dapat  mengisi dan mengasah kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ)  dan kecerdasan spiritual ( SQ) karena pelatihan ini sangat dibutuhkan agar manusia tidak kehilangan makna hidup dan jati dirinya.

Khusus untuk  Diaspora Indonesia yang berada jauh dari tanah air dan keluarga dengan berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi, maka training ini sangat membantu dalam membangun karakter diri.

“Pelatihan ESQ  membangun karakter yang tangguh, menghindari krisis moral dan meningkatkan potensi diri sehingga bisa melalui berbagai tantangan dan masalah dengan sabar dan sholat,” tambahnya.

Persiapan training sudah dilakukan sejak dua tahun silam karena harus mencocokan waktu para mahasiswa  dari 15 universitas di Turki yang berbeda-beda jadwal kuliahnya. Di samping itu juga jarak tempat tinggal dengan kegiatan training yang mencapai  800 km sehingga harus menginap di Istanbul.

“Seharus jumlah peserta mencapai  89 orang namun karena ujian mendadak yang  bisa terjadi di Turki sehingga banyak yang tidak bisa hadir “  kata William sambil menambahkan pihaknya sebelum training di dukung Assistant Training Support ( ATS) 2 orang dari Indonesia yaitu Rinnu Hidayat dan Dr Dewi Amalyah.

Saat training berlangsung sedikitnya 11 ATS datang ke Istanbul untuk membantu yaitu bunda Lina Neudecker dari Korda FKA ESQ Munchen,  Jerman. Diperkuat Rina mahasiswi ESQ Bussiness School ( EBS) dari Jakarta yang tengah mengikuti  AISEC di Turki serta 9 ATS dari Belanda yang mendukung penuh training ini.

Ary Ginanjar Agustian pendiri ESQ Leadership Center dan penemu metode latihan ini pada hari kedua training  melalui video call menyemangati para peserta dengan keteladanan  Sultan Muhammad Al Fatih atau dikenal sebagai Sultan Mehmed II , seorang Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur.

Ilmu agamanya Al Fatih menjadikannya pemimpin dengan pasukan terbaik. Dia mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika dan menguasai 6 bahasa dan baru berusia 19 tahun ketika menaklukan Konstantinople pada 29 Mei 1453.

Training ESQ selalu menampilkan kisah-kisah inspiratif untuk memotivasi peserta. William mengatakan peserta di Turki ini bisa merasakan bagaimana para pejuang Islam di masa lalu melakukan  syiar dan jihad di jalan Allah.

“Alhamdulillah training telah kami selesaikan dan inshaa Allah dalam  waktu dekat training angkatan ke 17 akan dilaksanakan di Bursa Ibu kota Ottoman pertama,” tandasnya.

LEAVE A REPLY