Diakui UNESCO, Festival Panji dari Lokal Menuju Internasional

0
180
Tari Cerita Panji Topeng Malangan. (Foto: Brangwetan.wordpress.)com.

SURABAYA, Bisniswisata.co.id: Festival Panji yang lahir dari event lokal di Kota Kediri Jawa Timur, mulai tahun 2018 bakal menuju skala internasional. Langkah ini bukan main-main, karena Festival Panji yang rutin diselanggarakan setiap tahun telah mendapat pengakuan resmi dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) sebagai sebagai warisan dunia dari Indonesia dalam kategori Memory of the World (MoW).

Karenanya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengupayakan Kabupaten Kediri untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Panji Internasional yang rencananya berlangsung tahun depan dan melewati empat provinsi, papar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Jatim Jarianto di sela acara Gelar Seni Budaya Kabupaten Kediri di Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, yang berlangsung hingga Sabtu (18/11/2017) dini hari.

Tahun depan, sambung Jarianto, Festival Panji Internasional akan melibatkan negara-negara yang mengadopsi cerita panji. “Di Indonesia, Festival Panji Internasional akan melewati empat provinsi, yaitu Bali, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Jakarta,” katanya.

Saat berlangsung di Jawa Timur itulah dia mengupayakan akan dipusatkan di Kabupaten Kediri sebagai tuan rumah penyelenggaranya. Hal itu menyusul telah diakuinya Cerita Panji oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) sebagai sebagai warisan dunia dari Indonesia dalam kategori Memory of the World (MoW).

Sejak didaftarkan sebagai warisan budaya dunia pada tahun 2016, UNESCO secara resmi telah menetapkannya sebagai Memory of the World tertanggal 31 Oktober 2017. “Cerita Panji adalah milik bangsa Indonesia. UNESCO telah mengakui asal usul cerita kebudayaan Panji dari Kediri,” katanya.

Cerita Panji berkembang pada abad ke-13 pada masa Kerajaan Kediri. Hal ini menandai kebangkitan sastra Jawa setelah dibayangi epos besar Ramayana dan Mahabharata dari India yang telah masuk ke bumi Nusantara sejak abad ke-12. Selain populer di Pulau Jawa, cerita Panji saat itu juga menyebar hingga ke masyarakat di Pulau Bali.

Cerita Panji hingga abad ke-18 kemudian menjadi salah satu karya populer dalam literatur di negara-negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, Myanmar, Kamboja, dan Filipina, setelah disebarkan oleh para pedagang pada masa Kerajaan Majapahit.

Menurut Jarianto, pemerintah pusat sedang menggagas Festival Panji Internasional yang melibatkan negara-negara di Asia tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini pada tahun depan. “Karena Cerita Panji berasal dari Kediri, saat penyelenggaraannya sampai di Jawa Timur nanti, sedang kami upayakan agar bisa berlangsung di Kediri,” katanya. (*/REP)

LEAVE A REPLY