Di Yogyakarta, Okupansi Hotel Alami Peningkatan

0
492

YOGYAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: OKUPANSI atau tingkat hunian kamar hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan mencapai 85 persen pada H+4 libur Lebaran 2015 dibandingkan tingkat hunian pada hari biasa.

“Tingkat hunian hotel hingga mencapai 85 persen pada H+4 Lebaran (21/7) dengan rata-rata penyewa kamar kategori keluarga,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indoesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Istijab Danunegoro di Yogyakarta, Selasa (21/7).

Menurut Istijab, tingkat hunian hotel berbintang di kawasan ring satu atau kawasan Malioboro pada H+1 Lebaran bahkan mencapai rata-rata 100 persen. “Bahkan sempat mencapai puncaknya 100 persen pada H+1 Lebaran,” kata dia.

Khusus untuk hotel melati atau nonbintang di DIY selama Lebaran 2015 rata-rata hanya mencapai 40 hingga 60 persen dibandingkan hari biasa.

Menurut Istijab, tren peningkatan okupansi atau tingkat hunian hotel tersebut cenderung lebih rendah dibandingkan dengan tingkat hunian pada libur Lebaran 2014 yang mampu mencapai 100 persen hingga H+4.

Lebaran tahun 2015 diikuti peningkatan jumlah kamar di masing-masing hotel baru di DIY. “Dibandingkan tahun lalu, sekarang lebih rendah okupansinya, sebab saat ini okupansi cenderung merata seiring dengan jumlah hotel baru yang terus meningkat jumlahnya,” jelasnya seperti dilansir laman Antara.

Beberapa hotel mulai bintang tiga hingga bintang lima, kata dia, juga telah menerapkan biaya tambahan sewa kamar mulai H-3 hingga H+4 Lebaran. “Kemarin mulai bintang tiga hingga bintang lima memang rata-rata menerapkan biaya tambahan mulai 20 hingga 30 persen dari biaya normal, namun biaya tambahan itu sekarang sudah berangsur dikurangi,” katanya.

PascaLebaran, ia optimistis, tingkat hunian kamar hotel di DIY akan kembali diperkuat dengan aktivitas MICE (Meeting Incentive, Convention, and Exhibition).

“Begitu menjauhi hari Lebaran, tingkat hunian dari katagori keluarga memang berangsur menurun. Namun selanjutnya akan diperkuat denngan aktivitas MICE oleh berbagai instansi,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY