Devil Tears Dipagar, Antisipasi Wisatawan Terjatuh ke Laut

0
474

BALI, bisniswisata.co.id,- NUSA PENIDA di Kabupaten Klungkung Bali memang sedang hit di pasar pariwisata, terlebih pasar Cina. Disetiap pelabuhan penyeberangan antrian bus- bus wisatawan asal daratan Tiongkok berjajar rapi. Ada penyeberangan dari pantai Sanur yang didominasi wisatawan domestik dan masyarakat Bali, melalui pelabuhan Benoa dengan grup- grup besarnya dan penyeberangan dari pulau Serangan. Tinggal memilih sesuai tujuan di kawasan Nusa Penida dengan tiga pulaunya yaitu P Nusa Penida, P Lembongan atau mau ke P Ceningan, pasalnya di setiap pulau memiliki tujuan wisata yang khas.

Anda pernah mendengar, membaca hal objek wisata di kawasan Nusa Penida seperti Pasih Uug, Angel Billabong, Dreambeach, Devil Tears, Crystal Bay, Molenteng atau Raja Lima nya Nusa Penida.  Pantai Atuh, Sacred Point Ceningan, Gamat Beach, Pantai Nyanyad, Guyangan, Blue Lagoon, Pantai Kelingking, Pantai Toya Pakeh, Pantai Jungutbatu, Pantai Ped, Pantai Kutampi Kaler, Pantai Batununggul dan Pantai Suana.

Pantai- pantai tersebut tak semuanya landai, ada yang curam tetapi menarik untuk dikunjungi bahkan membuat penasaran penikmat aktivitas jalan- jalan. Tren berwisata ke Nusa Penida, tidak hanya meningkatkan kinerja ekonomi masyarakat. Juga menimbulkan sejumlah persoalan baru, seperti kecelakaan laut akibat keteledoran, ketidakpahaman wisatawan. Seperti kejadian Selasa siang (6/3) di objek wisata Devil Tears, seorang wisatawan warga Tiongkok tercebur ke laut akibat tarikan udara dari hempasan ombak yang membentur dinding- dinding tebing Devil Tears.

Hempasan ombak ke dinding tebing menimbulkan bias pelangi indah yang membuat pengunjung berteriak excited dan tanpa sadar berlari mendekat ke objek. Suami yang melihat istrinya tercebur mencoba menolong dengan ikut terjun ke laut. Saat yang sama seorang wisatawan Eropa yang berdiri dibibir tebing berseberangan juga tercebur kelaut. Mereka kemudian ditolong lifeguard dari Paguyuban Wisata Nusa.

Mendapat informasi kecelakaan laut yang dialami wisatawan di objek wisata Devil Tears, mendorong pihak DPD Asita Bali melalui Devisi Bali Liang, bekerjasama dengan Konjen Republik Rakyat Tiongkok/RRT/Cina di Bali dan Paguyuban Wisata Nusa, segera merealisasi rencana pembangunan pagar pengaman di bibir tebing Devil Tears.

“Segera eksekusi pada titik- titik rawan, agar tidak jatuh korban lagi,” tegas Ketua DPD Asita Bali, Ketut Ardana.

Upaya pengamanan objek- objek wisata, jelas Ketut Ardana tidak hanya menjadi tanggungjawab Asita, tetapi tanggungjawab bersama semua stake holder kepariwisataan setempat. Khusus di objek Devil Tears,  DPD Asita Bali melalui Divisi Bali Liang  bekerjasama dengan Konjen Cina di Bali dan Paguyuban Wisata Nusa (masyarakat setempat, pengusaha hotel, restoran, wisata bahari yang tergabung dalam Paguyuban Wisata Nusa), berencana membangun pagar pembatas sepanjang 310 meter di bibir tebing Devil Tears ( yang dianggap paling rawan kecelakaan ) untuk keamanan wisatawan.

Pembangunan pagar pembatas tersebut memerlukan sharing pendanaan baik dari pemerintah mau pun stakeholder pariwisata lainnya. Saat ini  telah terkumpul dana tidak kurang dari Rp 100 juta, diharapkan dapat segera digunakan membangun pagar pengaman tersebut. Apabila dana terkumpul belum dapat mendanai pembangunan pagar sepanjang 350 meter dengan tinggi 1,2 meter,  akan dilanjutkan oleh Pemkab Klungkung dan diharapkan pada akhir tahun 2018 pagar tersebut sudah selesai secara keseluruhan.

10 PAPAN TANDA PERINGATAN

DPD Asita Bali melalui unit Asita CARE/Peduli, selain merencanakan pembangunan pagar pengaman di bibir tebing Devil Tears, juga memasang papan tanda peringatan. Pemasangan tanda peringatan tersebut dalam rangka meningkatkan penyebarluasan informasi dan menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan saat berkunjung di Kecamatan Nusa Penida. Dengan harapan angka kecelakaan di objek wisata Nusa penida dapat ditekan seminimal mungkin sampai  zero accident.

Pada Selasa 6 Maret 2018, diserahkan enam papan tanda peringatan dari 10 papan sumbangan kepada Kepala Dinas Pariwisata Klungkung mewakili Pemerintah Kabupaten Klungkung. Secara simbolis pemasangan papan tanda peringatan dilakukan di obyek wisata Devil Tears, Lembongan dengan melibatkan Drs. I nengah Sukasta, MSi, Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, didampingi Camat Nusa Penida dan Perbekel Lembongan. Sementara Ketua DPD Asita Bali I Ketut Ardana, SH didampingi Waka Lingkungan Tjokorda Bagus Wira Pemayun, Ketua Divisi pasar China Elsye Deliana bersama jajaran pengurus Asita Bali.

Dispar Klungkung mencatat kawasan Pasih Uug, Angel Billabong, Dreambeach, Devil Tears, Crystal Bay, Molenteng, Pantai Atuh, Sacred Point Ceningan, Gamat Beach, Pantai Nyanyad, Guyangan, Blue Lagoon, Pantai Kelingking, Pantai Toya Pakeh, Pantai Jungutbatu, Pantai Ped, Pantai Kutampi Kaler, Pantai Batununggul dan Pantai Suana, yang memerlukan perhatian khusus dalam keamanan dan kenyamanan berwisata.

Diperlukan 18 buah papan tanda peringatan dalam tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, Inggris dan Madarin. Sementara, Asita membantu 10 papan peringatan yang dipasang di Devil Tears, Dream Beach, Angel Billabong, Crystal Bay, Pantai Atuh, Secret Point, Pasih Uug, Pantai Klingking dan di Molenteng.

Ketut Ardana mengakui kepariwisataan Nusa Penida memerlukan aksi pembenahan pengelolaan, seperti dibentuknya badan pengelola objek wisata yang dilengkapi dengan SOP berkunjung yang aman dan nyaman. * Dwi

 

LEAVE A REPLY