Desainer Tujuh Negara Semarakkan Digital Fashion Week

0
101
Fashion show saat Digital Fashion Week (Foto: http://majalahkartini.co.id/)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Desainer tujuh negara Prancis, Italia, Afrika Selatan, Australia, Thailand, Singapura dan tuan rumah Indonesia, semarakkan Digital Fashion Week Jakarta tahun 2017. Jakarta merupakan tahun pertama penyelenggaran fashion show ini, sebelumnya melanggang lama di Singapura dan Thailand.

“Setelah lima tahun berjalan di Singapura dan Thailand, akhirnya di Jakarta. Ini edisi pertama. Kami bangga mempersembahkan talenta hebat, brand, pakar dari berbagai belahan dunia untuk berbagi karya dengan para penggiat fashion penting di Indonesia”, kata Managing Director DFW Creative, pemilik dan penyelenggara DFW, dalam keterangan terulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Kamis (14/12/2017)

Sederet talenta dan kreasi fashion terpilih dari berbagai brand dan disainer internasional dan Indonesia. Beberapa nama kondang tampil dengan panggung runway tunggal, yaitu: Harry Halim (Paris), Chu Suwannapha (South Africa), Betty Tran (Australia), David Tlale (Afrika Selatan), Michelle Surjaputra (Lotuz, Indonesia) dan Mariano Ippolito (IT’s Lifestyle, Italy).

Raffles Design Institute juga menampilkan panggung runway kolektif karya dari beberapa lulusan terbaik mereka dari dua negara, yaitu: Paul Nataphol and Witchaya dari Thailand, serta Inge Kiang (Ink Studio), Adelyn Putri (Nude Femme) dan Shannon Sutiono dari Indonesia.

Pakar industri fashion dunia pada kegiatan Fashion Forum yang berbagi kiat di tataran fashion dunia, antara lain: Elena Bara, digital fashion editor VOGUE Italia; Christelle Noviaire-Domec, global creative consultant; Didier De Villiers, pendiri brand fashion Afrika Selatan Magent; Vinnpatararin, disainer inovatif dari Thailand;

Selain itu, Valerio Mezzanotti, pendiri NowFashion.com, majalah fotografi fashion real time pertama yang mempublikasikan live fashion shows; Gianmarco Morazzoni, disainer asal Italia dan pemilik MORA 1962; serta Valerio Nappi, pakar pemasaran dan komunikasi.

Digital Fashion Week meyakini di samping gaya hidup dan budaya, fashion erat hubungannya dengan seni, dan hal ini diekspresikan saat pagelaran di Jakarta. Tahun ini, Digital Fashion Week memberikan platform untuk mengapresiasi seni melalui kolaborasi dengan fashion ilustrator Indonesia Dinda Puspitasari.

Dinda, seniman Indonesia yang guratan tangannya membubuhkan ilustrasi indah di produk brand-brand luxury papan atas seperti Dior, Louis Vuitton, Fendi, Bally, Longchamp, Breguet dan Elle. Dinda mengadakan workshop tentang ilustrasi fashion di rangkaian acara DFW JKT 2017.

DFW adalah satu dari sedikit event fashion yang mempromosikan misi sosial melalui kreativitas. DFW telah berkolaborasi dengan berbagai organisasi sosial, membantu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dan menggalang donasi untuk berbagai program untuk AIDS, kanker payudara dan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.

DFW JKT 2017 juga berkolaborasi dengan Project KOOKA @ProjectKooka, program sosial yang diinisiasi oleh beberapa selebritas Indonesia untuk menginspirasi sebuah ‘revolusi kreatif’ dengan mengoneksikan suara, hati dan pikiran anak-anak dan orang dewasa melalui ‘ART’.

Program ini membuat boneka-boneka KOOKA yang dilukis oleh selebritas, seniman, desainer dan public figure lainnya, dan kemudian melelangnya, dan hasil pelelangannya disumbangkan ke organisasi non profit yang bekerja untuk memperbaiki akses anak-anak kurang mampu terhadap pendidikan yang layak. DFW JKT 2017 akan menyelenggarakan sesi khusus di mana selebritas dalam dan luar negeri akan bersama-sama melukis boneka- boneka KOOKA dan menggalang dana pendidikan untuk anak-anak kurang mampu di Indonesia.

Satu-satunya fashion week dengan konsep pemasaran online-to- offline yang ada di kawasan Asia. Merupakan salah satu misi DFW membuat kegiatan fashion week masuk akal bagi para desainer, dengan mencoba menciptakan peluang bisnis dan mengupayakan kembalinya investasi bagi desainer yang ikut serta.

Tahun ini pertama kalinya, DFW membuat “Retail Pop- Up Store” di lantai 4 Plaza Indonesia, dan menggelar acara sales dijadwalkan setiap runway show selesai. Total ada 12 brand fashion yang ada di area pop-up store di DFW JKT 2017, di mana pengunjung Plaza Indonesia dan tamu dapat membeli koleksi yang mereka sukai langsung setelah menyaksikan koleksi diperagakan di atas runway. Retail pop-up store ini akan dibuka selama dua bulan sejak DFW JKT 2017.

“Misi kami setiap gelaran DFW, menggelar acara yang lengkap terdiri panggung runway, fashion forum, sales event juga elemen seni dan kegiatan sosial. Konsep utama dianut DFW, menghadirkan sebuah fashion week yang merangsang interaksi, efektif antara disainer, brand dan konsumen mereka, dengan harapan dapat menghasilkan penjualan bagi pemilik brand,” lontarnya.

Berangkat dari pemikiran inilah, dalam edisi perdananya di Jakarta, DFW sekali lagi berani menggebrak format yang umum dilihat di berbagai gelaran fashion week, dengan lebih memfokuskan diri pada solusi dan aksi yang bertujuan menciptakan peluang bisnis riil untuk brand dan disainer – lebih dari sekedar membangun ‘brand awareness’, tutup Charina. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY