Desainer Jogja Kenalkan Pashmina Hijab Batik

0
183
Hijab Pasmina batik (Foto: http://www.caraberjilbab.com/)

YOGYAKARTA, Bisniswisata.co.id: Dunia fashion hijab di Indonesia makin berkembang dari masa ke masa, baik secara corak juga modelnya. Hal itu tidak lepas dari begitu tingginya minat para pemakai hijab dari berbagai kalangan baik itu anak-anak, gadis remaja, ibu-ibu dari berbagai strata sosial yang berbeda dan juga estetika mode yang selalu up grade mengikuti selera pasar.

Membaca potensi market bisnis hijab di Indonesia yang sangat potensial, D’Amour Brand, produsen lokal hijab juga busana muslim meluncurkan 5 motif (Erosion, Gardenia Rose, Jewel Rose, Spinning Coral, Jaguar Sport) unggulan desain hijab Pashmina, hijab bercorak batik yang berkonsep tradisional modern.

“Batik adalah sebuah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan menjadi bagian dari budaya Indonesia yang harus kita lestarikan. Proses pembuatannya pun unik dengan ditulis, dicap dan dilukis,” papar Suteja pemilik D’Amour Brand dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (12/04/2017).

Dilanjutkan, lima motif desain hijab Pashmina diharapkan para pemakai hijab mendapat alternatif pilihan mode yang kental dengan fashion budaya tradisional Indonesia yakni batik, namun secara model tampilannya elegan, modis dan juga islami.

Hijab Phasima D’Amour terbuat dari 100% rayon, yang nyaman dikenakan dan lembut dikulit rambut dan tidak gatal ataupun menggangu kenyaman pemakainya pada saat beraktifitas. Pembuatannya hijab ini diproduki di Jogja dengan landasan filosofi mengusung tanah jawa sebagai landasannya.

Hadirnya D’Amour sebagai hijab pashmina batik diharapkan menjadi trendsetter didunia fashion yang semakin berkembang, selain untuk meningkatkan dan melestarikan kerajinan batik itu sendiri. Harapan lainya, D’amour dapat menjadi hijab pashmina batik yang mampu bersaing dengan fashion kelas internasional.

“Saya ingin kelak D’Amour dapat berekspansi sampai ke luar negeri, namun sebelumnya kami harus mematangkan dan juga memperkuat strategi bisnis didalam negeri dulu. Setelah itu kami akan menganalisa seraya mencari celah peluang bisnis ke luar. Yang jelas desainer lokal Indonesia tidak kalah bersaing dengan luar,” tambah Suteja. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY