Desainer Ivan Gunawan Rancang Batik Dipadukan Budaya Taiwan

0
302
Batik perpaduan Indonesia dan Taiwan karya Evan Gunawan

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Desainer Ivan Gunawan bangga diajak berkolaborasi dengan Kamar Dagang Taiwan (Taitra) untuk mendesain busana batik sebagai ikon Taiwan Excellence. Batik yang didesainnya dipadukan dengan budaya Taiwan diberi nama “East Goddess Batik”.

Ivan Gunawan mengatakan dalam coraknya batik tersebut mengambil motif bernuansa budaya Tionghoa. Di antaranya motif megamendung, yang merupakan batik khas Cirebon. Yaitu motif batik bercorak awan yang melambangkan kerjasama Indonesia dan Taiwan. Motif lainnya adalah peranakan. Corak dari motif ini adalah akar-akar yang memiliki arti mencintai bumi dan sesama.

“Sebenarnya, saya berupaya menjadikan East Goddess Batik ini sebagai batik modern yang bisa diterima oleh dunia internasional. Salah satu caranya dengan memberi motif abstrak dan salur pada bagian rendanya. Rancangan busana pada koleksi batik ini sengaja dibuat agak ringan. Karena hanya berupa selembar kain dilapisi kain tertentu berkualitas baik,” papar Ivan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/9/2017).

Diakuinya, batik tersebut mewakili kemakmuran, kebahagian serta harapan. Karena motif tersebut biasanya dirancang untuk para bangsawan. Batik ini sangatlah berbeda dari sebelumnya. Karena dirinya terinspirasi dari Dewi Timur yang memesona dengan motif yang di adaptasi dari dua negara.

“Jadi Kalau di Taiwan itu kan look-nya oriental, kayak di pesisir. Lagi pula, kita punya sejarah nenek moyang yang mirip karena keturunan China banyak yang datang ke Indonesia,” paparnya.

Batik ini, sambung dia, merupakan koleksi terbaru saya yang terinspirasi dari Dewi Timur yang cemerlang dan memesona. Sentuhan Taiwan dan Indonesia bisa dilihat dari motifnya yakni sulut, akar, mega mendung dan simbol Taiwan. Seluruh koleksi ini sengaja saya desain dengan sangat ringan agar bisa diterapkan sepanjang masa dan tidak terlihat membosankan.

Penulis buku: Aku berkarya dengan cinta mengaku langkah ini sebagai apresiasi dan kebanggaan, karena ada orang dari negara lain yang mau datang ke Indonesia mencari untuk seragam jadi identitasnya.

Bujang kelahiran Jakarta, 31 Desember 1981 telah melakukan serangkaian sesi pemotretan untuk Taiwan Excellence East Goddess Batik yang dipadukan dengan suasana alam dan budaya Taiwan. Koleksi dengan tema East Goddess atau Dewi Timur itu juga dipamerkan dalam sebuah perhelatan fashion show di Taiwan.

Menurutnya, berbeda dengan desain batik lainnya, dengan pesanan Taiwan sengaja menciptakan desain batik yang universal dan modern. “Kan batik bukan sekedar pakaian sehari-hari, tapi bisa dipakai ke pesta. Karena itu, saya membuat busana pesta dengan motif batik yang ‘high brand’ sehingga bisa diminati banyak orang baik lokal dan mancanegara,” komentarnya.

Karen itu berupaya menciptakan desain batik yang elegan dan timeless look. Dengan memadukan bahan lace, tapi bukan motif bunga melainkan abstrak dan salur-salur. “Saya tidak memberi motif bunga pada lace agar tampilannya tidak membosankan. Jadi, cukup dress dengan pola yang ringan hanya selembar kain yang dilapisi kain tertentu sehingga bervolume. Tidak menggunakan payet, tetapi kristal. Jadi tidak berat tapi gemericik dipakainya,” katanya sambil mengaku menghabiskan waktu 3 bulan untuk pengerjaannya. (NDIK)

LEAVE A REPLY