Desa Wisata Tlatar Kandangan di Lereng Merapi Resmi Beroperasi

0
165
memetik salak di desa wisata Tlatar Kandangan Sleman

SLEMAN, Bisniswisata.co.id: Desa Wisata Tlatar Kandangan, Wonokaerto Sleman resmi dibuka bagi wisatawan. Desa wisata ini cukup unik dan menarik lantaran berada di lereng Gunung Merapi, yang menawarkan kawasan perkemahan, outbound, juga ekowisata perkebunan salak,

“Desa wisata ini menjadi salah satu destinasi favorit mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan outdoor karena lokasinya memang sangat mengasyikan apalagi berada di lereng gunung Merapi,” papar Camat Turi Siti Anggraeni Susila Prapti saat meresmikan desa wisata Tlatar yang ditandai penandatanganan prasasti dan pemukulan gong.

Bupati Sleman Sri Purnomo menilai, peresmian itu memiliki tujuan agar masyarakat Tlatar Kandangan tidak cuma latah mengembangkan desa wisata. Tapi, masyarakat harus siap menanggung segala konsekuensi hadirnya desa wisata.

“Termasuk, berupaya untuk menyusun paket promosi dan penyelenggaraan even wisata, serta menjalin kerjasama dengan pelaku pariwisata lain seperti biro perjalanan dan agen-agen pariwisata,” kata Bupati Sri

Ia berpendapat, dengan semakin terkenalnya Desa Wisata Tlatar Kandangan, suatu saat akan semakin banyak wisatawan yang datang. Sehingga, tidak bisa mengandalkan tokoh-tokohnya saja, pemuda juga harus aktif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. “Jadilah ruan rumah yang baik bagi wisatawan,” ujar Sri.

Sebelum peresmian Desa Wisata Tlatar Kandangan, dilakukan pula Safari Jumat di Masjid Nurul Huda dan pemberian bantuan senilai Rp11.135.000. Itu terdiri dari bantuan APBD Kabupaten Sleman, Baznas dan Bank BPD Sleman.

Desa wisata ini terkenal dengan keindahan panorama Merapinya. Tak ayal, dengan letak geografis Dusun Tlatar yang memiliki jarak hanya sekitar 4–6 km dari puncak Merapi, pemandangan Gunung Merapi terhampar indah dengan view yang cukup luas. Terutama saat pagi, menjelang terbitnya matahari.

Selain panorama yang indah, juga memiliki kebun salak yang cukup luas. Kebun salak dijadikan sebagai sarana ekowisata salak kepada para wisatawan yang diperbolehkan memetik salak langsung dari pohonnya untuk dibeli. Warga desa Wisata Tlatar Kandangan juga memproduksi varian pangan olahan salak seperti brownies salak, kopi salak hingga sirup salak.

Obyek wisata lainnya, ada sungai jernih yang biasanya dijadikan tempat outbond oleh wisatawan. Untuk bisa menuju Sungai dengan berjalan kaki yang tracknya sangat menantang, namun wisatawan dimanjakan dengan pemandangan asri hutan belantara dan kebun-kebun salak

LEAVE A REPLY