Desa Wisata Kulon Progo Masuk Ranah Digital

0
92
Desa wisata Nglinggo Kulon Progo diserbu wisatawan lokal

KULON PROGO, bisniswisata.co.id: Organisasi biro perjalanan wisata atau Association Of The Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) Daerah Istimewa Yogyakarta mendampingi Desa Wisata Nglinggo Barat, Kulon Progo, dalam melakukan digitalisasi potensi wisata di sana.

Pendampingan Desa Wisata Nglinggo Barat itu dilakukan lewat program ASITA Jogja Tourism Festival. “Desa Wisata Nglinggo ini contoh satu desa wisata yang siap dengan alam dan berbagai atraksinya sehingga tinggal dipoles untuk layanan digitalisasinya,” ujar Ketua ASITA DIY Sudiyanto.

Selama ini, Desa Wisata Nglinggo terkenal dengan keindahan alamnya. Di sana terdapat kebun teh dan kopi, hutan pinus, wisata trekking, dan paket off-road. Selain itu, wisatawan bisa belajar membuat gula aren, memetik teh dan kopi, hingga ikut latihan menari kesenian Lengger Tapeng bersama sanggar masyarakat.

Dari potensi itu, kata Sudiyanto seperti dilansir laman Tempo, Kamis (27/09/2018), ASITA DIY menggandeng Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan operator seluler Smartfren menggarap program digitalisasi Desa Nglinggo di tiga bidang.

Pertama, melakukan pemasangan spot Wi-Fi di sejumlah titik di kawasan desa untuk menyediakan layanan jaringan Internet nirkabel. Kedua, pemasangan informasi QR Code di spot Desa Wisata Nglinggo Barat. Fasilitas ini memungkinkan pengunjung, yang butuh informasi tentang desa wisata, bisa langsung melakukan screening QR Code yang dipasang di beberapa titik desa lewat aplikasi di gawainya.

Ketiga, membuat platform marketplace berbasis website di www.jogjatourismfestival.com. Platform ini bertujuan agar semua stakeholder pariwisata bisa mengisi, mempromosikan, dan menjual produknya di laman itu.

Sudiyanto menuturkan program ASITA Jogja Tourism Festival mulai diluncurkan bersamaan dengan peringatan Hari Pariwisata Sedunia atau World Tourism Day, yang jatuh pada Kamis, 27 September 2018.

“Desa Nglinggo sebagai starting poin untuk selanjutnya program ini diperluas ke desa wisata lain DIY. Tujuannya, sektor pariwisatanya kian tergarap dan memberikan kesejahteraan pada masyarakatnya,” ucap Sudiyanto. (EP)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.