Demo Rohingya, Wisnus Mundur Berlibur ke Borobudur

0
90
Wisatawan memadati candi Borobudur. (Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin/Asf/)

MAGELANG, Bisniswisata.co.id: Akibat aksi demo mendukung Rohingya di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah, berdampak pada pengunjung yang mundur mencari aman ketimbang menimbulkan masalah baru. Pada Jumat (08/09/2017) wisatawan berwisata ke Candi Budha terbesar itu turun sekitar 40 persen dibandingkan hari biasa.

Penurunan tercatat pada wisatawan nusantara (wisnus) pada hari biasa mencapai 3.000 pengunjung, hari ini hingga pukul 14.30 WIB baru sekitar 1.600 wisnus. Mungkin disebabkan berita yang gencar di media membuat wisnus untuk sementara tidak berwisata ke Candi yang sudak diakui UNESCO sebagai warisan dunia kriteria budaya.

“Justru wisatawan mancanegara (wisman) mengalami kenaikan. Jika hari biasa 500-600 wisman, pada Jumat (8/9/2017) sampai pukul 14.30 WIB tercatat sekitar 975 orang,” papar General Manager Taman Wisata Candi Borobudur Chrisnamurti Adiningrum di Magelang, kemarin.

Ia mengatakan untuk mengunjungi Taman Wisata Candi Borobudur pada Jumat, pengunjung harus melalui pemeriksaan ketat oleh aparat TNI dan Polri. Pengunjung pun harus memarkir bus maupun mobil pribadinya di beberapa kantong parkir yang ada, tidak langsung masuk ke halaman area candi seperti biasanya.

“Pemeriksaan di maingate dilakukan dengan ketat, kemudian parkir di beberapa kantong parkir yang sudah biasa bekerja sama dengan masyarakat,” katanya.

Berdasarkan pantauan, kendaraan roda dua maupun roda empat ke arah Candi Borobudur maupun ke Masjid An-Nuur Mungkid dilakukan penyekatan oleh aparat keamanan sehingga tidak semua kendaraan bisa masuk.

Penyekatan bagi kendaraan tersebut, antara lain dilakukan di Pertigaan Blondo untuk kendaraan dari arah Kota Magelang dan Pertigaan Palbapang untuk kendaraan dari arah Yogyakarta.

UNESCO memasukkan Candi Borobudur ke dalam daftar situs warisan dunia pada 1991 dan masuk dalam kriteria budaya mewakili mahakarya kreativitas manusia yang jenius. Pembangunan Borobudur diperkirakan menghabiskan waktu 75 tahun dan dirampungkan pada masa pemerintahan Samaratungga pada tahun 825. (*/IND)

LEAVE A REPLY