Demo Pijat Jawa dan Bali di Congress D’ Esthetique And Spa Paris

0
58

Eka Moncarre, Kepala VITO Prancis mendampingi Worro H. Astuti, ahli pijat dan spa di panggungCongress International D’Aesthetique and Spa, Paris

PARIS, Prancis, bisniswisata.co.id: Visit Indonesia Tourism Officer ( VITO)  untuk Perancis berpartisipasi di Pameran Pariwisata pada Congress International D’Aesthetique and Spa, Paris dan sekaligus menjadi Guest Country,” kata Eka Moncarre, Ketua VITO Prancis.

“ Di dukung Kementrian Pariwisata dan Kedubes RI (KBRI) di Paris, Prancis pada partisipasi pertama ini, Indonesia mendapat kehormatan sebagai Guest Country.Oleh karena itu kita mendapatkan panggung untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan spa Indonesia kepada industri bisnis spa di Paris, Prancis,” tambahnya.

Pameran Pariwisata pada Congress Internasional D’esthetique and Spa diadakan di Paris Expo – Porte de Versailles, Hall 5 berlangsung  pada 7 – 9 April 2018. Acara ini sedikitnya diikuti  oleh 200 peserta pameran dan dihadiri sekitar 28.000 pengunjung. Kali ini  Kemenpar mengambil tema “Indonesia Sebagai Spa Dan Tujuan kesehatan”.

Indonesia menghadirkan suasana spa tradisional dan modern Jawa dan Bali di stan seluas 56 m2. Selain menampilkan spa Jawa dan Bali sebagai daya tarik utama, stan ini juga akan diisi oleh industri yang mempromosikan minuman tradisional Indonesia (jamu), hotel, tour agent/tour operator yang mempromosikan paket destinasi dan spa di Indonesia serta coffee corner.

Sebagai guest country, Indonesia diberikan kesempatan untuk mengadakan workshop spa Indonesia yang terdiri dari Spa Jawa dan Spa Bali di panggung utama Congress International d’Esthetique and Spa. Selain itu, panitia juga mengadakan workshop body painting dengan tema Indonesia.

Tradisi merawat tubuh telah dilakukan oleh orang Jawa dan Bali sejak ratusan tahun lalu. Di Jawa, khususnya Yogyakarta, sejarah spa yang tercatat dimulai sejak Sultan Hamengkubuwono membangun Taman Sari pada tahun 1789.

Taman Sari adalah rumah pemandian bagi keluarga kerajaan (raja, ratu dan pangeran dan putri mereka). Ada juga relief spa yang dapat ditemukan di Candi Borobudur.

Sementara di Bali, keberadaan spa ditandai dengan kehadiran rumah pemandian  Tirta Gangga . Dibangun pada masa era Kerajaan Gianyar. Bali sendiri telah menerima beberapa penghargaan bergengsi sebagai Destinasi Spa Terbaik (Best Spa Destination), salah satunya adalah dari World Luxury Spa Award.

Workshop tentang pijat ( massages) dilakukan oleh Worro H. Astuti, dari Nurkadhatyan Spa dan berhasil menarik perhatian pengunjung pameran estetika dan spa Congrès International Esthetique & Spa 2018.

Kegiatan dilaksanakan 9 April 2018 mulai jam 12.00 siang hingga selesai. Ahli dan praktisi dalam perawatan tradisional, ritual dan spa Indonesia ini telah memperkenalkan teknik massage jawa dan Bali.

Demo Massage Indonesia dibagi dua sesi. Untuk sesi pertama di atas panggung besar di depan 300 orang yang berlangsung dalam waktu 30 menit. Sesi kedua berupa Workshop yang berlangsung selama 1 jam dan dihadiri sekitar 80 orang.

Worro mempraktikan pijat Jawa Kuno yang jauh lebih dalam dan memberi energi dan pijat Bali Canang Sari yang sangat holistik dan energik. Tidak hanya mempraktikan penjelasan teori pijatan tersebut pada model, namun beliau juga mempraktikan langsung pada pengunjung dan perserta workshop.  

Worro juga menjelaskan bahwa walaupun kedua jenis spa berasal dari Indonesia, namun masing-masing memiliki teknik dan kegunaan yang sangat berbeda. Pijat Jawa Kuno merupakan pemijatan dengan menerapkan meditasi gerak tari, olah nafas, olah rasa dan olah tubuh yang menghasilkan energi positif.

“Sedangkan Pijat Bali Canang Sari merupakan pijat menggunakan gerakan tubuh dalam meditasi untuk menghasilkan energi positif,” kata ahli pijat perawatan tubuh yang mampu mengolah sistem energi teknik pernafasan fisik dan spriritual ini.

Worro H Astuti memiliki kemampuan dalam meracik bahan perawatan tubuh tradisional Jawa Kuno yang menjadikannya salah satu tokoh SPA tradisional di Indonesia. Tak heran perawatan tamu VIP yang pernah ditanganinya a.l Perdana Menteri Pakistan – Benazir Bhutto, kekuarha kerajaan Malaysia dan Brunei serta mengikuti  acara seperti CIDESCO – World Congress & Exhibition di Singapura, Hongkong dan Yunani.

Pijat ( massages) sebagai daya tarik menjaring wisatawan di kawasan Eropa juga penting. Dari perspektif statistik, Perancis menjadi salah satu pasar fokus Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Pada 2016, sejumlah 250.921 wisatawan mancanegara (wisman) asal Perancis mengunjungi Indonesia. Jumlah ini tumbuh 19,79% dari tahun sebelumnya.

Sementara pada tahun 2017, kunjungan wisatawan Prancis naik jadi 268.989 wisatawan Perancis datang ke Indonesia atau meningkat 7,20% dari tahun sebelumnya.

Wilayah Eropa terus menunjukkan tren positif selama beberapa tahun terakhir. Inggris, Prancis, Jerman, Belanda dan Rusia adalah 5 besar pasar Eropa untuk Indonesia.

Statistik menunjukkan bahwa nilai pasar/market value pengunjung dari negara-negara tersebut mencapai lebih dari US$1 juta dengan rata-rata lama menginap hampir dua minggu (13,97 hari).

Untuk mencapai target 17 juta wisatawan pada tahun 2018, Menteri Pariwisata telah meluncurkan program bernama ViWI (Visit Wonderful Indonesia) 2018. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisata dari pasar fokus seperti Eropa, Cina dan India. *Hilda A. Sabri/redaksi@bisniswisata.co.id

 

 

LEAVE A REPLY