Delay, Waspadai Taktik Maskapai & Regulator Jangan Diam

0
453

JAKARTA, BISNISWISATA.CO.ID: Taktik busuk kini diterapkan maskapai penerbangan Indonesia, dengan mengakali penumpang saat mengalami penundaan penerbangan alias delay. Akal-akalan maskapai penerbangan dilakukan agar tidak memberi kompensasi pada penumpang, modusnya dengan menaikkan penumpang terlebih dahulu ke pesawat, sehingga penumpang menunggu di dalam pesawat.

“Akal-akalan sebenarnya banyak modusnya agar tidak dikasih kompensasi, penumpang dinaikkan pesawat. Kalau 3 jam di ruang tunggu harus kasih kompensasi. Memang yang sering berulah Lion Air,” papar Pengamat Transportasi Djoko Stijdowarno di Jakarta, Kamis (19/2/2015).

Dilanjutkan dalam menangani masalah penundaan penerbangan yang diakibatkan kesalahan maskapai, Pemerintah selaku regulator seharusnya turun tangan, jangan diam. “Pemerintah seharusnya mengatur, menegur keras karena penumpang kerap menjadi korban delay,” paparnya.

Pemerintah, sambung dia, juga harus melakukan evaluasi rutin terhadap maskapai yang kerap alami penundaan penerbangan. Hal tersebut bertujuan agar penumpang tidak dirugikan. “Saya pikir perlu dievaluasi, jangan sampai konsumen dirugikan. Paling yang ya itu itu aja penerbangan yang kerap delay,” kata Djoko tanpa mau menyebut maskapai yang kerap delay.

Ratusan penumpang Lion Air meradang karena terlantar di Terminal 1A Gate 4 dan Gate 5 Bandara Soekarno-Hatta. Berdasarkan info yang beredar, penumpukan terjadi karena sekitar 10 pesawat milik Lion Air mengalami kerusakan sehingga tidak bisa melakukan penerbangan.

“Infonya banyak pesawat yang rusak, cuma tadi sudah ada semacam kesediaan petugas untuk memberikan alternatif setelah kami desak untuk mencarikan penerbangan lain tapi sampai sekarang tidak ada tindaklanjutnya,” kata salah satu penumpang Lion Air, Asiwardi Gandhi seperti dilansir laman Liputan6.com.

Ratusan penumpang Lion Air yang terkatung-katung, terlantar tanpa ada kepastian terbang, terjadi sejak jadwal penerbangan pukul 13.00 Rabu 18 Februari 2015. Akibat delay berkepanjangan, sempat terjadi keributan penumpang yang terlantar karena sudah terlalu lama menunggu kejelasan dari pihak Lion Air.

“Tadi pagi sempat ribut karena dari kemarin terlantar. Tapi sekarang sudah relatif terkendali. Karena kebanyakan yang ribut itu penumpang yang sudah delay dari kemarin,” ujar Asiwardi.

Menurut dia, sebagian penumpang Lion Air yang sudah delay sejak pukul 13.00 kemarin ada yang sudah mendapatkan penerbangan pengganti. Namun ada juga yang masih tertahan di Bandara Soekarno-Hatta dan belum mendapatkan kejelasan. “Sebagian sudah ada (yang dapat penerbangan pengganti). Tetapi mungkin juga ada yang belum bisa terbang sampai sekarang,” kata dia.

Asiwardi menyatakan, sejak kemarin para penumpang telah berusaha meminta penerbangan pengganti atau refund tiket, namun baru sebagian kecil penumpang yang mendapatkan penerbangan pengganti. “Yang refund minta dibayar dan yang tidak mau minta dicarikan pesawat lain. Tetapi ada 600 orang yang delay, kata duty managernya tadi kalau semua refund terlalu banyak,” ujar Asiwardi.

Berdasarkan informasi, terdapat gangguan terhadap 20 penerbangan maskapai Lion Air. Saat dikonfirmasi, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Budi Karya Sumadi menegaskan di Bandara Soekarno-Hatta, hanya ada 2-3 penerbangan yang terganggu. “20 penerbangan itu di seluruh Indonesia, kalau di Jakarta sekitar 2-3 penerbangan,” kata Budi

Budi mendengar ada masalah teknis yang membuat terjadinya gangguan tersebut. Namun dia belum bisa memastikan secara persis gangguan tersebut karena masih melakukan koordinasi dengan pihak Lion Air. ****

LEAVE A REPLY