Delay Berjam-jam, Amarah Penumpang Garuda Pecah

0
46
Garuda Indonesia

TANGERANG, Bisniswisata.co.id: Ribuan calon penumpang Garuda Airlines di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta kecewa berat, geregatan hingga muncul amarah yang memuncak dengan pelayanan maskapai plat merah. Pasalnya, sejumlah penerbangan Garuda Airlines dari Bandara Soetta mengalami penundaan lebih dari 2 jam tanpa kejelasan penyebabnya.

Salah satu penumpang yang mengungkapkan kekecewaannya ialah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Melalui akun Twitter-nya @mohmahfudmd mengungkapkan kekecewaannya.

Mahfud MD berkicau,”Duh @IndonesiaGaruda setelah ditunda lebih dari 2 jam, penumpang disuruh ke Gate 23 untuk diterbangkan jam 13.45 ke Semarang. Jam 13.45 jadwal ke Sedi layar minotor Gate hilang. Petugas-petugasnya, hingga tak ada yang bisa ditanya. Duh, Gusti. Ada apa sih?”.

Kekacauan di Terminal 3 Bandara Soetta seperti dilansir laman Sindonews.com, Jumat (1/12/2017) malam. Ribuan penumpang tampak bergerombol di depan Gate 23.

Informasi yang didapat, terdapat enam penerbangan Garuda Airlines dari Bandara Soetta yang di-cancel. Keenam penerbangan tersebut di antaranya, GA504 to PNK sch.13.00; GA264 to BWX sch.13 15; GA212 to JOG sch. 14.20; GA248 to SRG sch.16.15; GA508 to PNK sch.17.10.

Nurhayati (59), wanita paruh baya baru mendarat di Bandara Soetta sekitar pukul 20.00 WIB, setelah baru saja pulang melaksanakan ibadah umrah di Arab Saudi. Nurhayati menuju ruang trasit untuk melanjutkan perjalanan ke Jambi, dengan menggunakan pesawat Garuda. Namun tak ada kejelasan tentang nasib penerbangannya.

Bersama 4 orang temannya, Nurhayati tampak hanya terduduk di lantai bandara sembari memegang tongkatnya. “Tadi sudah ada yang menguruskan, tapi belum ini (jelas),” kata Nurhayati.

Barang bawaan Nurhayati seperti koper berukuran besar diletakkan begitu saja. Bersama temannya, ia tampak sesekali memperhatikan orang yang melintas. “Belum tahu ini mau tidur di mana,” keluh Nurhayati.

Malam semakin larut dan jarum jam menunjukkan pukul 23.45 WIB. Tak ada tanda-tanda dari managemen Garuda, amarah ratusan penumpang yang ditelantarkan akhirnya pecah. Penumpang menyerbu ruang manager on duty Garuda. Petugas keamanan bandara dibantu polisi berupaya menghalau dan meluluhlantakkan hati para penumpang, dengan kata-kata manis.

Sayangnya tidak mempan sehingga yang terjadi ketegangan. Penumpang tidak terima, mereka mendorong-dorong aparat kepolisian menghalanginya untuk berjuang nasibnya. Berhasil masuk ruangan, penumpang juga berhasul menarik keluar Duty Manager maskapai Garuda Indonesia, Nabiel. Polisi dan aparat keamanan bandara memberikan pengawalan.

Duty Manager maskapai Garuda Indonesia, Nabiel mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi penginapan bagi para penumpang di 3 hotel, yakni Hotel Ibis, FM7, dan Swissbell. “Ada hotel Ibis, FM7, dan Swissbel, jika tidak mau bisa mengembalikan uang tiket” kata Nabiel kepada penumpang dengan suara enteng, tanpa beban.

Saat penumpang bertanya kapan kepastian mereka berangkat, Nabiel bungkam tidak memberi jawaban. “Bagi yang mau refund silahkan ke tiketing,” ujar Nabiel dengan kata mengulang. (NDIK)

LEAVE A REPLY