Daya Beli Masyarakat Melemah, Penjualan Polytron Tetap Naik

0
721
Penjualan produk audio seperti speaker Muze, TV, kulkas masih menunjukkan peningkatan penjualan di tengah menurunnya daya beli masyarakat.( foto: repro lensaindonesia.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kreatif, inovatif dan harga terjangkau menjadi kiat Polytron untuk menghadapi menurunnya daya beli masyarakat ditengah melambatnya perekonomian masyarakat akibat krisis global. Di usia ulang tahun ke 40 sikap optimistis terus meningkatkan penjualan produk elektronik asli buatan Indonesia ini, kata Santo Kadarusman, Public Relations dan Marketing Event Manager.

Berbicara di sela-sela jumpa pers Asean Marketing Summit (ASM) 2015 di Kementrian Pariwisata beberapa waktu lalu, Santo mengatakan perusahaannya yang terpilih mendapatkan penghargaan ASM Award ini memang optimistis menghadapi siatuasi perekonomian saat ini.

“Keadaan nilai mata uang yang saat ini sedang goyang menjadi pekerjaan rumah untuk kami agar selalu dapat menciptakan produk inovasi dengan kualitas dan harga terjangkau”, cetus Santo.

Menurut dia, melambatnya perekonomian di tanah air maupun di tataran global tidak terlalu berdampak negatif terhadap penjualan Polytron. Di semester satu, pencapaian dianggap telah memuaskan, walaupun tidak signifikan peningkatan sales-nya. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, maka semester satu tahun 2015 ini mengalami peningkatan 5% hingga 7%, terutama untuk produk Audio, televisi, kulkas, dispenser dan mesin cuci.

“Begitu pula dengan target yang di patok semester dua tahun ini kami meyakini produk tetap mejadi pilihan masyarakat Indonesia. Hal ini terbukti dengan banyaknya kepercayaan publik akan Polytron. Belum lama ini kami meraih penganugerahan dari majalah Forbes atas pencapaiannya selama 40 tahun berkiprah,” jelasnya.

Selain itu pengakuan juga diterimanya belum lama ini dari Majalah Toplife untuk kategori Affordable Showcase with Best Innovation; Majalah I Life and Style untuk katerori kulkas Belleza sebagai Best Choice June 2015 dan masih banyak lagi.

PT Hartono Istana Teknologi yang melahirkan brand nasional ini genap berumur 40 tahun dimana di awal kisahnya berdiri 18 September 1975 di Kudus, Jawa Tengah. Kota kecil itu menjadi tempat kelahiran industri elektronik dan smartphone yang kini telah dikenal namanya di Indonesia dan mancanegara, Polytron.

“Awal mulanya nama perusahaan bernama PT Indonesian Electronic and Engineering, namun berubah nama, hingga kini dikenal dan berada dibawah naungan PT Hartono Istana Teknologi. Kebanyakan orang mengira produk kami adalah elektronik asal negeri Matahari Terbit atau bahkan asal negeri Tirai Bambu, tapi kini gaungnya sebagai produk asli anak bangsa makin dikenal dan diketahui banyak oran,” ungkap Santo.

Karyawannya kini sudah mencapai puluhan ribu yang tersebar di seluruh Indonesia dan Thailand. Awal pertama merintis industri kala itu dimulai dengan memproduksi TV black and white berukuran 20 inch, dengan jumlah karyawan hanya beberapa puluh orang. Namun kini, Polytron telah memiliki sedikitnya 10.000 karyawan, 65 service centre, 19 kantor perwakilan di seluruh Indonesia, dan 7 Authorized Dealer.

Perkembangan teknologi pun makin diseriusi, hingga pada akhirnya tahun 2011 Polytron mulai memproduksi handphone. Hingga kini sukses dengan jumlah 3 lini produksi smartphone yang berada di Kudus.

“Kita juga memiliki badan R&D independen tanpa tenaga asing dan mulai September hingga akhir Desember kami menggelar perayaan ulang tahun juga dimeriahkan dengan pameran dibeberapa kota memamerkan 40 tahun Poytron berinovasi.

Di umurnya yang ke 40 tahun Polytron harus makin maju, dengan dilakukan berbagai pembaruan mulai dari sistem hingga tampilannya. Bersamaan dengan ulang tahun ini Polytron membuka kembali Showroom milik corporate dengan tampilan dan wajah baru. Showroom yang terletak di Grand Indonesia lantai 3 ini dinyatakan dibuka kembali dan siap melayani, tambahnya. (hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY