Curug Cigamea si Primadona yang Masih Memerlukan Fasilitas

0
832
Pintu masuk Curug Cigamea, Bogor. (Foto. evi)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Kabupaten Bogor yang terletak tidak jauh dari Jakarta memiliki banyak sekali lokasi wisata alam, termasuk Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (KTNGHS), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Di dalam kawasan yang buka pukul 07.00 – 17.00 WIB ini terdapat beberapa curug atau air terjun, yang salah satunya adalah Curug Cigamea.

Curug Cigamea
Curug Cigamea

“Curug Cigamea menjadi obyek wisata yang paling primadona dari enam curug lainnya yang berada disekitar sini,” ujar warga setempat yang juga pengelola obyek wisata, Ismanto saat ditemui Bisniswisata.co.id yang datang bersama puluhan rombongan anggota Forum Wartawan Pariwisata (Forwarpar) saat ditemui di Curug Cigamea, Bogor, Senin (13/4/15).

Dari keenam curug yang ada di kawasan tersebut, Curug Cigamea berlokasi paling dekat dengan pintu masuk KTNGHS, tepatnya di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Selain menawarkan pemandangan yang indah, akses menuju Curug Cigamea tergolong mudah. Dari Stasiun KA Bogor bisa naik angkot 03 ke arah Terminal Cibubulak. Lalu naik angkot 05 ke arah Leuwiliang. Turun di pertigaan Cibatok kemudian disambung lagi angkot 59 sampai ke titik terakhir, dan lanjutkan dengan naik ojek ke pintu masuk obyek wisata Curug Cigamea.

Obyek wisata Curug Cigamea pernah dikelola Pemda, tapi sekarang dikelola langsung oleh masyarakat Desa Gunung Sari dalam wadah sebuah koperasi. Mulai dari petugas loket, penginapan, warung, hingga kebersihan, menjadi garapan penduduk desa tersebut.

Tiket masuk ke obyek wisata seharga Rp 7.500 per orang, masuk ke kas desa, koperasi, maupun pemeliharaan obyek wisata.

“Masih banyak fasilitas yang perlu dirapihkan, seperti mushola dan toilet, serta pembangunan warung-warung yang ditempatkan di satu tempat agar terlihat lebih rapi,” ungkapnya.

Untuk mencapai air terjun, dari pintu masuk obyek wisata Curug Cigamea, pengunjung harus berjalan menuruni jalan undakan yang sudah berbatu rapih sekitar 700 meter dengan waktu hanya kurang lebih 10 menit.

Ada yang menarik sepanjang jalan menuju Curug Cigamea, pengunjung akan bertemu dengan satwa hutan, seperti monyet dari balik pepohonan.

“Di sebelah Curug Cigamea ini, ada Curug Cimudal. Pengunjung bisa berenang karena bawahnya dangkal. Berbeda dengan Curug Cigamea, pengunjung tidak boleh berenang karena dalam,” ungkapnya.

Setelah asyik berfoto atau bersantai di air terjun, pengunjung bisa menyeruput kopi sambil menikmati camilan di warung yang dikelola penduduk desa.

Pengunjung dapat mengambil gambar dengan latar belakang Curug Cigamer.
Pengunjung dapat mengambil gambar dengan latar belakang Curug Cigamea yang indah.

Petugas lapangan/SAR, Zaenal yang ditemuI saat minum kopi menambahkan, “Debit air di air terjun ini relatif stabil sepanjang tahun. Bahkan di musim kemarau pun air tidak berkurang. Namun pada saat musim hujan kami menghentikan kegiatan, area harus ditutup mengingat keselamatan pengunjung akan terancam dengan jatuhnya batu-batu dan air bah dari gunung”.

Saat kembali naik ke pintu masuk obyek wisata Curug Cigamea, menjadi sebuah tantangan. Namun untuk mengatasinya pengunjung dapat melakukannya dengan jalan santai sambil berbelanja atau makan.

Pengunjung melepas lelah dan berjalan pelan-pelan untuk kembali naik ke atas. (Foto. evi)
Pengunjung melepas lelah dan berjalan pelan-pelan untuk kembali naik ke atas. (Foto. evi)

Di sepanjang jalan undakan juga ada warung dan toko suvenir. Jadi saat berjalan menanjak sebaiknya melakukannya dengan berjalan pelan-pelan.

Jika mulai terasa pegal, bisa mencoba terapi fish spa. Untuk merasakan sensasi terapi spa dengan ikan ini pengunjung hanya dikenakan biaya Rp5.000.

“Saya menyarankan sebaiknya bagi pengunjung yang memiliki badan gemuk, sakit jantung, dan radang sendi tidak mencoba turun, karena tentu akan berpengaruh kepada kondisi kesehatan pengunjung,” ungkapnya.

Di akhir pekan, bagi penyuka tantangan, kawasan ini menawarkan kegiatan flying fox. Dengan tiket Rp20.000 pengunjung dapat menikmati panorama Curug Cigamea dari ketinggian. (evi)

LEAVE A REPLY