Cuaca Ekstrem, Aktifitas Wisata Bahari Diminta Waspada

0
264
Ombak Tinggi landa Pantai Selatan Pulau Jawa

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Perhubungan mengingatkan bagi wisatawan yang akan melakukan aktifitas wisata bahari hendaknya meningkatkan kewaspadaannya. Mengingat, saat ini kondisi cuaca tidak bersahabat, ekstrem dan gelombang tinggi yang masih terjadi di sebagian wilayah perairan Indonesia sepekan ke depan.

Peringatan tersebut tertuang dalam maklumat pelayaran No. 21/II/DN.17 tanggal 13 Februari 2017 yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Ir. A. Tonny Budiono menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofosika (BMKG).

Dalam peringatan BMKG diperkirakan 12 sampai 18 Pebruari 2017 akan terjadi cuaca ekstrim dengan gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter serta hujan lebat disertai angin kencang dan petir pada beberapa wilayah perairan.

Perairan yang dimaksud BMKG yakni, perairan Sabang, perairan Bengkulu dan Pulau Enggano, perairan Barat Lampung, perairan Timur Kep.Riau dan Lingga, Laut Natuna, perairan Kep.Natuna dan Anambas.

Selain itu perairan Selat Sunda Bagian Selatan, Selatan Pulau Jawa, Kepulauan Sangihe-Talaud. Bitung-Manado, Kep. Halmahera, Laut Arafura, Laut Timor, Sorong, Manokwari dan Perairan Kep.Sula.

Terkait dengan adanya peringatan BMKG tersebut, sebagai upaya peningkatan keselamatan pelayaran, Dirjen Hubla mengingatkan kembali kepada seluruh Syahbandar untuk melakukan pemantauan ulang kondisi cuaca setiap hari melalui situs BMKG serta menyebarluaskan hasil pemantauan tersebut kepada pengguna jasa dengan memampangkannya di terminal atau tempat embarkasi/debarkasi penumpang.

“Apabila kondisi cuaca membahayakan keselamatan kapal, maka Syahbandar harus menunda pemberian Surat Persetujuan Berlayar (SPB) sampai kondisi cuaca di sepanjang perairan yang akan dilayari benar-benar aman”, jelas Tonny dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, di Jakarta, Kamis (16/02/2017).

Selain itu, Dirjen Hubla juga meminta kepada seluruh operator kapal khususnya para nakhoda agar melakukan pemantauan kondisi cuaca sekurang-kurangnya 6 (enam) jam sebelum kapal berlayar dan melaporkan hasilnya kepada Syahbandar saat mengajukan permohonan SPB.

Jika terjadi cuaca buruk, Tonny menambahkan, kapal tersebut harus segera berlindung di tempat yang aman dan segera melaporkannya kepada Syahbandar dan SROP terdekat dengan menginformasikan posisi kapal dan kondisi cuaca di sekitar. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY