Crew Lion Air Salah Tunjuk, Ratusan Penumpang Ngamuk

0
397
Penumpang Lion

PEKANBARU, test.test.bisniswisata.co.id: Gara-gara crew Lion Air salah memberi petunjuk pesawat, mengakibatkan 215 penumpang Rute Pekanbaru – Jakarta, mengamuk.
Penumpang kesal diping-pong, sehingga protes bahkan ada yang emosi sampai ngamuk. Akibat insiden ini, penerbangan mengalami penundaan selama beberapa jam.

Airport Duty Officer Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Ongah Hasnan Siregar membenarkan kejadian yang terjadi Kamis (14/7), di bandara Sultan Syarif yang menimpa Lion Air dengan nomor penerbangan JT 293 rute Pekanbaru-Jakarta. Jadwal keberangkatan atau waktu lepas landas sekitar pukul 17.00 WIB serta tiba di bandara tujuan pukul 18.50 WIB.

Kejadian itu bermula, saat penumpang melakukan proses boarding atau memasuki pesawat yang telah ditentukan menggunakan garbarata yakni Boieng 737-900 bernomor registrasi PK-LGZ. Setelah penumpang masuk dan duduk di kursi dalam pesawat, lanjutnya, tapi tiba-tiba penumpang ke luar lagi menuju ruang tunggu, sebelum kemudian dipindah menggunakan pesawat baik jenis dan tipe yang sama dengan nomor registrasi PK-LGJ.

“Penumpang memang sempat akan diterbangkan dengan PK-LGZ. Namun, langsung dipindahkan dengan pesawat PK-LGJ. Jadi mereka tidak sempat menunggu terlalu lama,” papar Siregar, Jumat (15/07/2016).

Aznil (47), suami penumpang yang berangkatkan isteri bernama Murniati dan seorang anaknya Siti Pupita Sari mengaku, insiden itu memakan waktu hampir 2 jam dengan kondisi seluruh penumpang ditelantarkan di terminal bandara.

“Penumpang baru disuruh naik ke pesawat sekitar jam 19.00 WIB, setelah sebelumnya menunggu di bandara. Saat naik pesawat pertama, terdengar suara speaker dalam pesawat mengumumkan, permintaan maaf karena pesawat ini belum dapat berangkat karena tidak dapat izin,” katanya.

Belum lagi selama menunggu di bandara setempat, ucap dia, tidak tersedia jumlah bangku atau kursi yang memadai pada ruang tunggu di terminal keberangkatan dan berbagai kekurangan lainnya. “Fasilitas wifi bandara, lelet. Tempat charger telepon genggam kurang dan tidak dilengkapi tempat duduk di lokasi charger. Katanya bandara internasional, tapi sarana dan prasarananya, kelas kampung,” terangnya.

Bisa dibayangkan, sambung dia, menunggu pesawat Lion 2 jam tanpa diberi makan dan minum dengan fasilitas yang kurang dari bandara. “Apa penumpang tak emosi, apalagi salah memberikan petunjuk. Kita ini naik pesawat membayar, tidak gratis,” ungkapnya protes. (*/REP)

LEAVE A REPLY