Colenak, Kuliner Khas Bandung Suguhan Konferensi Asia Afrika

0
998
Colenak Bandung

BANDUNG, Bisniswisata.co.id: Soal kuliner, Kota Bandung tak diragukan lagi. Mulai dari surabi hingga peuyeum (tapai atau tape singkong), sering menjadi buah tangan para pelancong Kota Kembang. Namun ada satu yang sering luput dari pencarian, yaitu colenak.

Colenak adalah kombinasi lezat dari tapai singkong atau peuyeum bakar yang biasa disebut peuyeum bakar, dengan kinca atau saus gula yang terbuat dari paduan gula aren dan serutan kelapa parut.

Makanan ini punya sensasi menghangatkan dari tapai singkong bakar. Hangatnya colenak cocok dinikmati di kala udara dingin, karena itu Colenak paling banyak dijual di kota-kota dataran tinggi berhawa dingin di Jawa Barat seperti Bandung dan Bogor. Tapi jika disantap di kala cuaca hangat sekalipun, Colenak tetap nikmat dan menggugah selera!

Kini Colenak menjadi menu makanan mewah yang disajikan di hotel berbintang meski tetap bisa didapatkan dengan harga terjangkau melalui pedagang kaki lima.

Dilansir dari wisatabdg.com, Senin (27/03/2017), ternyata colenak bukanlah nama asli kuliner tersebut. Penamaan itu berasal dari para pelanggan yang sering nyebut dicocol enak pada kuliner tersebut. Kemudian disingkatlah menjadi colenak.

Di Bandung, ada tempat jual colenak yang sudah berdiri sejak lama dan sudah melegenda, yaitu Colenak Murdi. Bahkan, colenak itu menjadi hidangan pada Konferensi Asia Afrika tahun 1955 di Hotel Savoy Homan, Bandung.

Murdi sebagai pemilik saat itu sangat kegirangan sekaligus bangga saat diundang ke Hotel Homann. Ia membuat colenak bersama istri dan anaknya. Colenak buatannya menghiasi meja makan saat malam resepsi rangkaian KAA di Gedung Pakuan pada 8 April 1955 dan Persiapan KAA di Hotel Homann sendiri pada 24 April.

Colenak Murdi berdiri sejak 1930. Saat ia meninggal pada 1966, usaha kulinernya dilanjutkan kepada generasi selanjutnya, yakni anak dan cucunya.

Saat ini, Colenak Murdi di Jalan Ahmad Yani (Cicadas) No 733 itu telah berganti nama menjadi Colenak Murdi Putra. Jika dulu colenak hanya dicocol gula jawa, kini colenak bisa dinikmati dengan varian rasa, yakni nangka dan durian, bahkan ada yang diberi buah cerry. (*/WBC)

LEAVE A REPLY